Shin Tae-yong Resmi Tangani Persija Jakarta: Comeback Pelatih Berkelas Asia
Baca dalam 60 detik
- Shin Tae-yong resmi menandatangani kontrak tiga musim bersama Persija Jakarta, menandai kembalinya pelatih asal Korea Selatan itu ke sepak bola Indonesia setelah dipecat PSSI pada Januari 2025.
- Pelatih yang membawa Timnas Indonesia ke Piala Asia 2023 dan putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 ini hanya memiliki pengalaman menangani dua klub sebelumnya, yakni Seongnam FC dan Brisbane Roar.
- Kedatangan STY diharapkan mampu membawa Persija bersaing di papan atas Liga 1, mengingat rekam jejaknya yang sukses di level klub dan tim nasional.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8055770/original/088500500_1780899522-ChatGPT_Image_Jun_8__2026__01_15_55_PM.jpg)
Shin Tae-yong resmi diperkenalkan sebagai pelatih baru Persija Jakarta dalam seremoni di Jakarta International Stadium, Senin (8/6/2026). Kepastian ini mengakhiri spekulasi yang berkembang sejak dua hari terakhir, sekaligus menandai babak baru bagi Macan Kemayoran yang tengah berambisi merebut gelar juara Liga 1.
Kontrak berdurasi tiga musim yang disodorkan manajemen Persija menjadi bukti kepercayaan penuh terhadap pelatih berusia 57 tahun tersebut. Bagi Shin Tae-yong, ini adalah kesempatan ketiganya menangani klub setelah sebelumnya menukangi Seongnam Ilhwa Chunma (kini Seongnam FC) dan menjadi asisten di Brisbane Roar. Sepanjang kariernya, ia lebih banyak berkutat di level tim nasional, termasuk menukangi Timnas Indonesia selama lima tahun.
Kiprah Shin Tae-yong di level klub terbilang mentereng. Bersama Seongnam Ilhwa Chunma, ia mempersembahkan gelar Liga Champions Asia 2010 dan Piala FA Korea 2011. Dari 190 pertandingan, ia mencatatkan 82 kemenangan, 46 hasil imbang, dan 62 kekalahan. Angka ini menunjukkan konsistensi yang diharapkan bisa diulangnya bersama Persija.
Setelah dipecat PSSI pada Januari 2025 dengan alasan dinamika kepemimpinan, bahasa, dan taktik, Shin Tae-yong sempat menjabat Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) dan General Manager paruh waktu Seongnam FC. Kini, ia kembali ke Indonesia untuk menangani klub ibu kota yang tengah berbenah. Langkah ini dinilai sebagai ujian tersendiri bagi STY, karena Persija memiliki basis suporter fanatik dan tekanan tinggi untuk meraih prestasi.
Menurut pengamat sepak bola nasional, kehadiran Shin Tae-yong bisa menjadi katalis bagi Persija untuk mengadopsi pendekatan taktis modern yang pernah ia terapkan di Timnas Indonesia. βSTY punya kemampuan membaca pertandingan dan mengembangkan pemain muda. Itu yang dibutuhkan Persija untuk jangka panjang,β ujar analis sepak bola dari Universitas Indonesia, Andi Rahman. Namun, tantangan adaptasi dengan kultur klub dan tekanan publik menjadi pekerjaan rumah yang tidak ringan.
Bagi Shin Tae-yong, Persija adalah peluang membangun warisan baru setelah sukses bersama Timnas Indonesia. Publik sepak bola Tanah Air pun menanti apakah ia mampu mengulang kejayaan seperti saat membawa Timnas lolos ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Pertanyaan besarnya: bisakah STY membawa Persija kembali ke puncak klasemen Liga 1 dalam waktu dekat?



