Eden Hazard Buka Suara: Piala Dunia 2026 Tanpa Saya, Belgia Justru Lebih Bebas
Baca dalam 60 detik
- Eden Hazard pensiun dari sepak bola pada 2023 dan tidak akan tampil di Piala Dunia 2026, namun ia optimistis Belgia tetap kompetitif tanpa tekanan sebagai favorit.
- Mantan bintang Chelsea itu menilai kegagalan Belgia di Piala Dunia 2022 hanya karena selisih satu gol, bukan karena penurunan kualitas tim secara drastis.
- Hazard memprediksi Prancis, Spanyol, atau Portugal sebagai kandidat juara, dan menyoroti potensi kejutan dari Ekuador di turnamen mendatang.
Eden Hazard, mantan kapten timnas Belgia yang pensiun pada 2023, menegaskan bahwa ketidakhadirannya di Piala Dunia 2026 justru bisa menjadi berkah bagi generasi penerus. Dalam wawancara eksklusif dengan FIFA, pemain berusia 35 tahun itu mengakui bahwa tekanan publik terhadap Belgia saat ini jauh lebih ringan dibandingkan saat ia masih aktif, sehingga para pemain muda bisa tampil lebih lepas.
Hazard, yang kini lebih sering bermain golf, padel, dan bersepeda, mengaku sudah mengambil jarak dari sepak bola. โDulu sepak bola menguasai 95 persen waktu saya. Sekarang saya sudah move on,โ ujarnya. Meski begitu, ia tetap mengikuti perkembangan timnas Belgia yang akan menghadapi Mesir, Iran, dan Selandia Baru di Grup G Piala Dunia 2026. Menurutnya, Belgia tetap unggul di grup tersebut, tetapi pertandingan pertama tidak akan mudah.
Pencapaian terbaik Hazard bersama Belgia adalah finis ketiga di Piala Dunia 2018, di mana ia meraih Silver Ball sebagai pemain terbaik kedua turnamen. Ia menyebut turnamen di Rusia itu sebagai puncak performanya, baik secara fisik maupun mental. โSaya tidak bilang saya di atas semua pemain, tapi saya merasa sangat kuat saat itu,โ kenangnya. Belgia kalah tipis 0-1 dari Prancis di semifinal, lalu mengalahkan Inggris 2-0 di perebutan tempat ketiga.
Kegagalan di Piala Dunia 2022, ketika Belgia tersingkir di fase grup, masih menyisakan tanda tanya. Hazard menilai timnya sebenarnya tidak jauh dari kesuksesan. โKami hanya butuh satu gol ke gawang Kroasia. Jika menang, kami lolos, dan di fase gugur apa pun bisa terjadi,โ jelasnya. Ia menolak anggapan bahwa generasi emas Belgia sudah habis, dan menekankan bahwa pemain muda seperti Charles De Ketelaere dan Jeremy Doku sudah siap menggantikan.
Hazard juga memberikan pandangannya mengenai persaingan Piala Dunia 2026. Ia menjagokan Prancis atau Spanyol sebagai juara, dengan Inggris dan Portugal sebagai kandidat lain. Ia juga menyebut Ekuador sebagai tim yang bisa menjadi kejutan. Meski tidak berencana menonton langsung ke Amerika Utara, Hazard tidak menutup kemungkinan terbang bersama keluarganya jika ada kesempatan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, cerita Hazard menjadi pengingat bahwa transisi generasi adalah fase krusial bagi setiap tim. Belgia, yang sempat dijuluki โgenerasi emasโ, kini harus membuktikan diri tanpa bintang-bintang lamanya. Pelajaran dari kegagalan 2022 menunjukkan bahwa konsistensi mental dan fisik sama pentingnya dengan kualitas individu. Akankah Belgia mampu bangkit kembali di bawah asuhan Rudi Garcia? Atau justru tim-tim seperti Ekuador yang akan mencuri perhatian?



