Kennet Eichhorn: Gelandang Muda Jerman yang Memecahkan Rekor Usia di Bundesliga 2
Baca dalam 60 detik
- Kennet Eichhorn, gelandang bertahan 16 tahun, resmi bergabung dengan Bayer Leverkusen setelah mencatatkan rekor sebagai debutan termuda di Bundesliga 2 bersama Hertha Berlin.
- Debutnya pada Agustus 2025 di usia 16 tahun 14 hari hanya kalah dari Youssoufa Moukoko dalam sejarah dua kasta tertinggi Jerman, dan ia langsung menjadi starter reguler.
- Eichhorn disebut-sebut sebagai 'Toni Kroos baru' berkat ketenangan dan visi bermainnya, dengan potensi menjadi bintang masa depan sepak bola Jerman.

Bayer Leverkusen resmi mengamankan tanda tangan Kennet Eichhorn, gelandang muda Jerman yang baru berusia 16 tahun dan telah menorehkan sejumlah rekor di Bundesliga 2 bersama Hertha Berlin. Pemain yang berposisi sebagai gelandang bertahan ini diyakini sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di Jerman, dengan perbandingan gaya bermain yang mengingatkan pada legenda Toni Kroos.
Eichhorn memulai debut profesionalnya pada 10 Agustus 2025, saat Hertha Berlin bermain imbang tanpa gol melawan Karlsruhe di hadapan hampir 60.000 penonton di Olympiastadion. Masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua, ia menjadi debutan termuda dalam sejarah Bundesliga 2 pada usia 16 tahun dan 14 hari. Hanya Youssoufa Moukoko, yang debut di Bundesliga sehari setelah ulang tahunnya yang ke-16, yang tercatat lebih muda di dua kasta tertinggi Jerman.
Tak butuh waktu lama bagi Eichhorn untuk menunjukkan kematangannya. Sebulan setelah debut, ia menjadi pemain termuda yang menjadi starter di Bundesliga 2 saat menghadapi Hannover pada pekan kelima. Dalam laga yang dimenangkan Hertha 3-0 itu, Eichhorn menyelesaikan 86 persen umpannya, hanya kehilangan bola sekali, dan memenangkan 55 persen duel. Pelatih Hertha, Stefan Leitl, memujinya sebagai pemain terbaik di lapangan meski baru berusia 16 tahun.
Sepanjang musim debutnya, Eichhorn terus memecahkan rekor. Pada Desember 2025, ia mencetak gol pertamanya di DFB Cup saat Hertha menghancurkan Kaiserslautern 6-1, menjadikannya pencetak gol termuda di kompetisi tersebut dan di klub pada usia 16 tahun 128 hari. Ia kemudian mengakhiri musim dengan gol di laga pekan ke-33 melawan Greuther Fürth, yang membuatnya menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah Bundesliga 2 pada usia 16 tahun 287 hari.
Di level internasional, Eichhorn juga menonjol. Ia menjadi kapten tim Jerman U-17 dalam empat penampilannya dan mencetak dua gol dalam kemenangan 4-0 atas Luksemburg di kualifikasi Kejuaraan Eropa U-17. Tanpa komitmen klub, ia hampir pasti akan memimpin tim di Piala Dunia U-17 di Qatar. Namun, ia mengaku tidak kecewa karena prioritasnya adalah pengembangan di Hertha. “Saya sudah bersama Hertha sejak U9 dan selalu bahagia di sini. Sangat penting bagi saya bahwa perkembangan saya tidak pernah berhenti,” ujarnya saat menandatangani kontrak profesional pada Juli 2025.
Perbandingan dengan Toni Kroos bukanlah hal yang berlebihan. Felix Kroos, saudara legenda Jerman itu, memuji ketenangan dan cara bermain Eichhorn. “Dia memancarkan ketenangan. Hertha seharusnya menjadi contoh bagi klub Jerman lainnya untuk memberi lebih banyak kesempatan kepada talenta muda,” kata Felix Kroos kepada Watson pada Oktober 2025. Direktur olahraga Leverkusen, Simon Rolfes, juga menyambut Eichhorn sebagai salah satu talenta Jerman terbaik. “Dengan Kennet, kami kini memiliki salah satu talenta Jerman terbaik di barisan kami,” ujar Rolfes.
Meski masih sangat muda, Eichhorn telah menunjukkan mentalitas dan fisik yang mengesankan. Bek veteran Hertha, Toni Leistner, menyebutnya “luar biasa” dan “fokus secara mental tanpa tingkah.” Pelatih Leitl menambahkan bahwa Eichhorn sangat bersemangat belajar dan memiliki pemahaman permainan yang baik. Kini, dengan kepindahannya ke Leverkusen, Eichhorn akan berusaha menembus skuad utama klub Bundesliga dan melanjutkan rekor-rekornya. Pertanyaannya, mampukah ia mengulangi kesuksesan seperti Kroos dan menjadi andalan timnas Jerman di masa depan?



