Manchester United Incar Tonali, Duet 'Mainoo Clone' di Lini Tengah?
Baca dalam 60 detik
- Manchester United membidik Sandro Tonali sebagai alternatif setelah peluang mendapatkan Elliot Anderson dari Nottingham Forest dinilai tipis karena harga selangit dan persaingan dengan Manchester City.
- Tonali, yang dihargai Newcastle sekitar Β£100 juta, disebut memiliki profil serupa dengan Kobbie Mainoo, terutama dalam hal ketahanan terhadap tekanan dan kemampuan membawa bola.
- Jika harga turun di akhir bursa, United berpotensi menduetkan Tonali dengan Mainoo, yang kembali menjadi pilihan utama setelah sempat tersisih di era Ruben Amorim.

Manchester United masih berburu gelandang bintang di bursa transfer musim panas ini, dan nama Sandro Tonali muncul sebagai kandidat utama setelah upaya mendatangkan Elliot Anderson dari Nottingham Forest menemui jalan buntu. Setan Merah dikabarkan telah menjalin komunikasi dengan kubu pemain timnas Italia itu, meski banderol Β£100 juta yang dipasang Newcastle United menjadi batu sandungan.
Anderson, yang dianggap sebagai target impian United, kemungkinan besar akan hengkang dengan rekor transfer termahal Inggris. Nottingham Forest mematok harga selangit, sementara Manchester City juga ikut dalam perburuan. Situasi ini memaksa manajemen United, yang dipimpin Jason Wilcox, untuk mencari opsi realistis lain. Selain Tonali, nama-nama seperti Carlos Baleba (Brighton), Adam Wharton, dan Mateus Fernandes juga masuk dalam daftar, namun Tonali dianggap sebagai yang paling menarik secara kualitas.
Menurut laporan TEAMtalk, Tonali sebenarnya bermimpi kembali ke AC Milan. Namun, kepindahan ke Italia dinilai sulit terwujud dalam waktu dekat. Klub-klub Premier League seperti United, City, dan Arsenal masih memantau situasinya, berharap harga bisa turun menjelang akhir bursa. Inter Milan dan Juventus juga turut mengintai, menambah persaingan yang ketat.
Yang menarik, Tonali dinilai memiliki gaya bermain yang mirip dengan Kobbie Mainoo, gelandang muda United yang kini menjadi andalan. Keduanya sama-sama unggul dalam ketahanan terhadap tekanan (press resistance), kemampuan membawa bola, dan transisi cepat. Meski Mainoo lebih agresif dalam tekel dan duel, Tonali menawarkan keseimbangan dengan peran yang lebih disiplin. Agen Tonali, Beppe Riso, bahkan menyebut kliennya sebagai "salah satu gelandang terbaik di dunia."
Kebangkitan Mainoo menjadi cerita tersendiri. Gelandang 21 tahun itu sempat tidak dimainkan sama sekali oleh Ruben Amorim sejak Agustus 2025 hingga pertengahan Januari. Namun, setelah Michael Carrick mengambil alih, Mainoo langsung menjadi pilihan utama, bermain penuh 90 menit di setiap laga yang tersedia. Performanya mengantarkannya ke skuad Inggris untuk Piala Dunia mendatang.
Jika Tonali bergabung, United akan memiliki duet gelandang yang tangguh secara teknis dan taktis. Keduanya mampu mengontrol tempo permainan dan menjadi jembatan antara lini belakang dan depan. Meski Tonali tidak sekasar Casemiro dalam hal fisik, kemampuannya membaca permainan dan distribusi bola bisa menjadi aset berharga. Namun, dengan harga Β£100 juta, United harus berpikir ulang mengingat mereka sudah memiliki Mainoo dengan profil serupa.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan United di bursa transfer selalu menarik untuk diikuti. Klub ini memiliki basis penggemar besar di Tanah Air, dan setiap keputusan transfer berdampak pada persepsi pasar serta minat terhadap Liga Inggris. Jika United berhasil mendatangkan Tonali dengan harga lebih murah, ini bisa menjadi sinyal bahwa klub kembali serius bersaing di level tertinggi.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah: akankah United berani menggelontorkan dana besar untuk Tonali, atau akan beralih ke opsi lain yang lebih terjangkau? Dengan persaingan ketat dari City dan Arsenal, keputusan akhir bursa ini akan menentukan arah lini tengah Setan Merah musim depan.



