Christian Vieri: Masalah Italia Bukan Pelatih, Tapi Mentalitas Pemain
Baca dalam 60 detik
- Legenda Italia Christian Vieri menegaskan bahwa akar masalah timnas bukan pada sosok pelatih, melainkan pada kualitas dan mentalitas pemain.
- Vieri mempertanyakan bagaimana mungkin tiga pelatih top seperti Mancini, Spalletti, dan Gattuso dianggap gagal jika masalahnya bukan pada pemain.
- Pernyataan ini muncul saat Vieri bertemu penggemar di Amerika Serikat menjelang Piala Dunia, menyoroti krisis identitas sepak bola Italia.

Legenda sepak bola Italia, Christian Vieri, dengan tegas membantah anggapan bahwa kegagalan timnas Azzurri disebabkan oleh pergantian pelatih. Menurutnya, akar persoalan justru terletak pada kualitas dan mentalitas para pemain, bukan pada sosok di bangku cadangan. “Apakah mungkin Roberto Mancini, Luciano Spalletti, dan Gennaro Gattuso tidak cukup bagus?” ujar Vieri, meragukan logika yang menyalahkan pelatih secara terus-menerus.
Pernyataan ini disampaikan Vieri saat mengunjungi komunitas penggemar Italia di Toronto dan New York, beberapa hari sebelum Piala Dunia 2026 bergulir. Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa Italia telah berganti pelatih berkali-kali dalam beberapa tahun terakhir, namun hasilnya tetap mengecewakan. “Masalahnya bukan pelatih, masalahnya ada di dalam tim,” tegas mantan striker Inter Milan tersebut.
Vieri menyoroti bahwa dalam beberapa tahun terakhir, Italia telah memiliki tiga pelatih berkualitas tinggi: Mancini yang membawa Italia juara Euro 2020, Spalletti yang sukses di klub, dan Gattuso yang dikenal sebagai motivator ulung. Namun, kegagalan tetap terjadi. “Jika tiga pelatih hebat tidak bisa memperbaiki tim, maka yang salah bukan mereka,” kata Vieri. Ia menambahkan bahwa federasi sepak bola Italia harus berani melakukan evaluasi besar-besaran terhadap sistem pembinaan pemain.
Bagi Indonesia, pernyataan Vieri menjadi pengingat bahwa kesuksesan tim nasional tidak hanya bergantung pada pelatih, melainkan pada ekosistem sepak bola secara keseluruhan. Indonesia, yang tengah gencar membenahi timnas, perlu belajar dari kasus Italia: regenerasi pemain dan mentalitas kompetitif adalah kunci, bukan sekadar gonta-ganti pelatih. “Jangan sampai kita hanya menyalahkan pelatih tanpa melihat akar masalah di pembinaan usia muda,” ujar pengamat sepak bola Indonesia, Akmal Marhali, menanggapi pernyataan Vieri.
Ke depan, Italia menghadapi tantangan besar untuk bangkit kembali. Vieri mengingatkan bahwa tanpa perubahan fundamental dalam cara melahirkan pemain, Azzurri akan terus terpuruk. “Kita harus bertanya: apakah pemain kita cukup baik? Apakah mereka punya mental juara?” pungkasnya. Pertanyaan yang sama mungkin perlu diajukan oleh banyak negara, termasuk Indonesia, jika ingin bersaing di panggung global.



