Dua Tahun Bellamy di Wales: Promosi, Kegagalan Piala Dunia, dan Ujian di Nations League A
Baca dalam 60 detik
- Craig Bellamy mencatatkan 8 kemenangan dari 20 laga sebagai pelatih Wales, dengan tingkat kemenangan 40%.
- Promosi ke Nations League A menjadi pencapaian tertinggi, namun gagal lolos ke Piala Dunia setelah kalah adu penalti dari Bosnia.
- Wales akan menghadapi Portugal, Norwegia, dan Denmark di Nations League A, menjadi ujian berat bagi skuad asuhan Bellamy.

Kekalahan 2-1 dari Rumania di Bucharest menutup tahun kedua Craig Bellamy sebagai pelatih kepala Wales dengan rasa pahit. Mantan penyerang yang pernah membela timnas sebanyak 78 kali itu kini berada di persimpangan: di satu sisi ia berhasil membawa The Dragons promosi ke Nations League A, di sisi lain mimpi tampil di Piala Dunia kembali kandas.
Bellamy mengambil alih kursi pelatih pada Juli 2024 setelah Robert Page hengkang. Dalam 20 pertandingan yang sudah dilalui, Wales meraih delapan kemenangan (40%), tujuh hasil imbang, dan lima kekalahan. Catatan itu sedikit di atas pendahulunya, Page (33%), namun masih di bawah Gary Speed dan Ryan Giggs yang sama-sama memiliki tingkat kemenangan 50%. Chris Coleman, arsitek sukses Euro 2016, mencatatkan 39% kemenangan dalam 49 laga.
Perjalanan Bellamy dimulai dengan gemilang: ia menjadi manajer Wales pertama yang tak terkalahkan dalam empat laga awal, termasuk kemenangan 1-0 atas Montenegro pada Oktober 2024. Rekor tanpa kekalahan itu bertahan hingga sembilan pertandingan sebelum akhirnya diputus Belgia dalam laga sengit Kualifikasi Piala Dunia Juni 2025 yang berakhir 4-3. Namun, setelah awal yang menjanjikan itu, performa Wales menurun drastis.
Puncak kekecewaan terjadi saat Wales gagal lolos ke Piala Dunia setelah kalah adu penalti dari Bosnia dan Herzegovina di semifinal play-off. Ini berarti Wales untuk ke sekian kalinya harus menunda impian tampil di dua Piala Dunia berturut-turut. Selain dua kali dikalahkan Belgia, Wales juga takluk dari Kanada dan Inggris di laga uji coba. Faktanya, sejak Bellamy menjabat, Wales belum pernah memenangi pertandingan melawan tim yang berada di peringkat lebih tinggi dari mereka.
Pemain sayap David Brooks, yang mencetak gol ke gawang Rumania, mengakui masih banyak yang perlu diperbaiki. โSangat mengecewakan tidak bisa ke Piala Dunia,โ ujarnya. Sementara itu, bek kanan Connor Roberts yang baru pulih dari cedera Achilles menambahkan, โSecara umum kami berkembang, tapi harus lebih tajam dan fokus sepanjang pertandingan.โ
Jadwal Wales ke depan tidak akan lebih mudah. Di Nations League A, mereka akan menghadapi Portugal, Norwegia, dan Denmark โ tiga tim yang semuanya berada di atas Wales dalam peringkat FIFA. โIni akan sulit, grup kami berisi tim-tim papan atas,โ kata Roberts. โTapi itulah mengapa kami bermain sepak bola, untuk bertemu pemain terbaik di panggung terbesar.โ
Bellamy, yang kini berusia 46 tahun, telah menggunakan 37 pemain berbeda dan memberikan debut kepada tujuh pemain muda seperti Karl Darlow, Dylan Lawlor, dan Ronan Kpakio. Langkah ini dinilai sebagai investasi jangka panjang untuk menembus Euro 2028, target utama Wales berikutnya. โKami sangat berbeda, dua tahun lebih tua,โ ujar Bellamy seusai laga melawan Rumania. โAda banyak hal yang saya suka, tapi juga jelas area yang perlu ditingkatkan.โ
Meski dikaitkan dengan sejumlah klub, Bellamy menegaskan komitmennya pada Wales. โSaya suka tim ini, cara kami bermain, tapi kami harus lebih baik di area tertentu agar bisa bersaing dengan tim-tim papan atas secara reguler,โ katanya. โNations League A akan menguji segalanya. Di situlah kami ingin berada dan bertahan.โ
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, perjalanan Bellamy memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya konsistensi dan pembinaan pemain muda. Timnas Indonesia yang tengah membangun skuad untuk masa depan bisa meniru pendekatan Bellamy dalam memperluas basis pemain, meski harus siap menghadapi kegagalan di tengah jalan. Pertanyaan besarnya: mampukah Bellamy membawa Wales ke turnamen besar berikutnya, atau justru akan menjadi korban dari tingginya ekspektasi?



