Prabowo ke Siswa Korban Bullying: Presiden Pun Sering Diejek, Jangan Kecil Hati
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo Subianto secara langsung menasihati siswa korban perundungan di Bali agar tidak patah semangat, dengan mengaku dirinya pun kerap mendapat ejekan.
- Pesan tersebut disampaikan saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, menyusul pengakuan Gede Bagus Abimanyu yang sempat trauma akibat bullying.
- Prabowo menekankan pentingnya keteguhan hati, sopan santun, dan semangat belajar sebagai kunci menghadapi hinaan dan meraih kesuksesan.

Presiden Prabowo Subianto memberikan respons langsung terhadap keluhan seorang siswa korban perundungan di Bali, dengan menyatakan bahwa ejekan adalah hal biasa—bahkan dirinya sebagai kepala negara pun tak luput dari cibiran. Pernyataan itu disampaikan di hadapan puluhan siswa dan orang tua di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Minggu (7/6), sebagai bentuk dukungan moral bagi generasi muda yang mengalami tekanan sosial.
Pesan tersebut muncul setelah Gede Bagus Abimanyu, siswa SRMP 17 Tabanan, menceritakan pengalamannya sebagai korban bullying saat duduk di bangku sekolah dasar. Ia mengaku kerap diejek karena sifatnya yang pendiam dan kurang bergaul, bahkan sempat enggan masuk sekolah selama beberapa hari. Namun, dukungan ibunya yang bekerja sebagai penatu membuatnya kembali termotivasi untuk belajar.
Mendengar kisah itu, Prabowo langsung menegaskan bahwa ejekan tidak seharusnya membuat seseorang kehilangan kepercayaan diri. "Jangankan kamu, saya sering diejek, tapi sekarang... Presiden pun sering diejek, enggak apa-apa," ujarnya. Ia menambahkan bahwa yang terpenting adalah tetap memiliki hati yang baik dan membalas perlakuan buruk dengan sikap santun. "Semakin dihina semakin kau teguh, semakin berani, semakin sopan," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga berpesan kepada para siswa untuk tekun belajar, menghormati guru, dan mencintai orang tua. Ia mengingatkan bahwa pendidikan adalah jalan untuk mengubah nasib keluarga. "Kamu harus nanti angkat orang tuamu. Kamu harapan orang tuamu. Belajar, belajar, belajar yang baik," tegasnya. Ia juga menekankan pentingnya hidup rukun dan tidak membenci orang lain sebagai kunci keberhasilan.
Pesan Prabowo ini menjadi sorotan karena menyentuh isu perundungan yang masih marak di lingkungan sekolah Indonesia. Menurut data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, kasus bullying di sekolah kerap terjadi dan berdampak serius pada psikologis korban. Langkah presiden yang secara langsung berdialog dengan korban diharapkan dapat mendorong sekolah dan orang tua untuk lebih aktif mencegah perundungan.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah apakah pemerintah akan mengambil kebijakan lebih konkret untuk menangani bullying di sekolah, seperti penguatan program konseling atau sanksi tegas bagi pelaku. Sementara itu, kisah Gede Bagus Abimanyu menjadi pengingat bahwa dukungan dari keluarga dan figur publik dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak yang mengalami tekanan sosial.



