Matt Damon: Industri Hollywood yang Kejam Merenggut Waktu Bersama Anak
Baca dalam 60 detik
- Aktor Matt Damon mengaku industri film Hollywood yang tidak menentu membuatnya lebih sering absen dari peran sebagai ayah.
- Di usianya yang ke-55, Damon kini lebih selektif memilih proyek film demi fokus pada kehidupan keluarga.
- Ia menyadari waktu bersama anak-anaknya yang sudah beranjak dewasa berjalan sangat cepat dan tak bisa diulang.

Matt Damon, aktor pemenang Oscar yang dikenal lewat film Oppenheimer, kembali menyuarakan dilema klasik para pekerja kreatif: bagaimana menyeimbangkan ambisi karier dengan tanggung jawab sebagai orang tua. Dalam wawancara terbaru dengan GQ, Damon mengakui bahwa sifat industri hiburan yang kejam dan tidak pasti telah membuatnya lebih sering berada di lokasi syuting daripada di rumah bersama keempat putrinya.
Pria berusia 55 tahun itu memiliki empat anak perempuan—Alexia (26), Isabella (19), Gia (17), dan Stella (15)—dari pernikahannya dengan Luciana Barroso. Ia mengaku terus-menerus memikirkan cara untuk lebih hadir secara fisik dan emosional bagi mereka, terutama saat anak-anaknya mulai tumbuh dewasa. “Saya sangat berusaha untuk berada di sini, saat ini,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa sifat alamiahnya sebagai pekerja keras dan tuntutan industri yang serba tidak pasti kerap menghalangi niat baik tersebut.
Damon menjelaskan bahwa ketidakpastian di Hollywood—di mana proyek datang dan pergi tanpa jaminan—telah “berkonspirasi” untuk menjauhkannya dari momen-momen keluarga. “Hal-hal semacam itu telah membuat saya lebih sering keluar dari tempat saya seharusnya berada, lebih dari yang saya inginkan,” katanya. Namun, seiring bertambahnya usia, ia mulai mengubah pendekatan terhadap kariernya.
Salah satu perubahan terbesar yang disadari Damon adalah hilangnya “mesin anak muda yang perlu membuktikan sesuatu.” Kini, ia lebih memilih bekerja dengan cara yang lebih disengaja dan sesuai keinginannya sendiri. Ia mengingat nasihat George Clooney tentang Paul Newman, yang setelah film The Verdict tidak bekerja selama tiga hingga empat tahun hanya untuk menunggu peran yang benar-benar hebat. “Ada lebih sedikit dorongan untuk membuktikan diri, dan lebih banyak tentang menerima pekerjaan dan melakukannya dengan cara Anda sendiri,” jelas Damon.
Dalam wawancara terpisah dengan PEOPLE pada 2024, Damon dan lawan mainnya di The Instigators, Casey Affleck, sama-sama terkejut melihat betapa cepatnya anak-anak mereka tumbuh. “Tiba-tiba anak Anda akan kuliah, dan itu berjalan dengan kecepatan yang memusingkan,” kata Damon. Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran universal orang tua di mana pun, termasuk di Indonesia, di mana tekanan karier juga sering mengorbankan waktu keluarga.
Bagi publik Indonesia, kisah Damon bisa menjadi cermin. Di tengah budaya kerja yang kerap menuntut mobilitas tinggi dan dedikasi penuh, banyak orang tua menghadapi dilema serupa: mengejar kesuksesan profesional atau hadir dalam tumbuh kembang anak. Meskipun industri hiburan Indonesia mungkin tidak serumit Hollywood, tantangan untuk menyeimbangkan karier dan keluarga tetap relevan. Damon sendiri belum memberikan jawaban pasti apakah ia akan terus mengurangi jadwal syuting, namun pengakuannya membuka ruang diskusi tentang prioritas hidup di usia paruh baya.
Ke depan, pertanyaan yang menggantung adalah: akankah aktor sekelas Damon benar-benar mampu menarik diri dari sorotan demi keluarga, ataukah panggilan Hollywood akan selalu lebih kuat? Yang jelas, pengakuannya telah menambah daftar panjang selebritas yang mulai mempertanyakan harga dari ketenaran.



