Hilangnya Sang Ibu: Savannah Guthrie Menangis Tiap Pagi, Tetap Bertahan di Layar Kaca
Baca dalam 60 detik
- Pembawa acara Today Show, Savannah Guthrie, mengaku menangis setiap pagi dalam perjalanan menuju dan pulang kerja sejak ibunya, Nancy Guthrie, hilang pada 1 Februari lalu dari rumahnya di Arizona.
- Meski diterpa duka dan ketidakpastian, Guthrie memilih kembali bekerja karena yakin itu yang diinginkan ibunya, dan menganggap acara tersebut sebagai pelarian singkat dari beban emosional.
- Hingga kini polisi dan FBI masih menyelidiki kasus ini tanpa tersangka jelas; ada laporan surat tebusan yang dikirim ke media lokal, memperkuat dugaan penculikan.

Setiap pagi, Savannah Guthrie menangis dalam perjalanan menuju studio NBC dan kembali ke rumah. Bukan karena tekanan pekerjaan, melainkan karena ibunya, Nancy Guthrie, masih belum ditemukan sejak menghilang dari kediamannya di Arizona pada awal Februari lalu. Pembawa acara Today Show yang berusia 54 tahun itu memilih untuk tetap tampil di layar kaca meski hatinya hancur, sebuah keputusan yang ia yakini juga akan diambil oleh sang ibu.
Dalam percakapan dengan rekannya, Jenna Bush Hager, Senin (8/6) waktu setempat, Guthrie mengakui bahwa ia sadar sebagian orang mungkin mempertanyakan bagaimana ia bisa menjalankan profesinya di tengah situasi seperti ini. "Mereka mungkin berpikir, 'Apa yang terjadi? Bagaimana dia bisa bekerja? Apakah dia lupa?' Tidak, tidak pernah... Ini selalu bersamaku. Aku menangis setiap pagi dalam perjalanan ke kantor, dan setiap sore dalam perjalanan pulang," ujarnya.
Guthrie menambahkan bahwa kehadirannya di Today Show memberinya "sedikit jeda" dari beban emosional yang tak kunjung reda. Ia bersyukur memiliki rekan kerja yang suportif dan lingkungan yang hangat. "Ibuku pasti akan berkata hal yang sama: 'teruslah berjalan, teruslah berjalan.' Dan sulit ketika kau bersama sahabat terbaikmu untuk tidak menjadi nyata," katanya. Meski mengaku berat untuk kembali dan berusaha menahan diri, ia merasa bahagia bisa kembali bekerja, setidaknya untuk dua jam sehari yang memberinya sesuatu untuk dilakukan.
Kasus ini masih diselidiki oleh Kepolisian Pima County bersama FBI. Sheriff Chris Nanos dalam pembaruan pada 12 Mei mengungkapkan bahwa belum ada tersangka yang ditetapkan, namun tim terus bekerja dengan bukti fisik yang ada. "Saya pikir setiap hari mereka semakin dekat. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan dengan barang bukti yang kami miliki," ujar Nanos. Laporan menyebutkan adanya surat tebusan yang dikirim ke outlet media lokal, menimbulkan spekulasi bahwa Nancy mungkin diculik.
Dalam wawancara sebelumnya dengan Hoda Kotb, Guthrie mengaku telah menerima kemungkinan bahwa ibunya tidak lagi hidup setelah mendengar suara Tuhan. "Awalnya, aku merasa mendengar Tuhan berbicara kepadaku. Aku berkata pada diriku sendiri: 'Aku bisa menghadapi apa pun. Aku hanya tidak bisa menghadapi ketidakpastian... Aku harus tahu.' Dan aku mendengar suara yang berkata: 'Kau tahu di mana dia berada. Dia bersamaku,'" kenangnya sambil menangis. Meski demikian, ia menegaskan bahwa mereka tetap perlu mengetahui kebenaran.
Kisah Guthrie menyentuh banyak pihak, terutama mereka yang pernah kehilangan orang terkasih dalam situasi tak menentu. Bagi publik Indonesia, kasus ini mengingatkan pada pentingnya dukungan psikologis dan komunitas bagi mereka yang berduka, serta perlunya penanganan serius oleh aparat dalam kasus orang hilang. Pertanyaan besarnya: akankah kepastian segera datang, atau keluarga harus terus hidup dalam ketidakjelasan?



