Simone Biles Alami Insiden Kesehatan Misterius: 'Hampir Meninggal'
Baca dalam 60 detik
- Atlet senam legendaris Simone Biles menjalani perawatan intensif setelah mengalami insiden kesehatan yang hampir merenggut nyawanya.
- Biles mengaku momen tersebut sebagai pengalaman paling menakutkan, namun ia belum mengungkap detail penyebabnya.
- Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya kesehatan mental dan fisik di tengah tekanan prestasi olahraga tingkat tinggi.

Simone Biles, atlet senam paling berprestasi dalam sejarah, mengungkapkan bahwa ia hampir kehilangan nyawa akibat insiden kesehatan misterius pekan ini. Dalam unggahan Instagram Story-nya, peraih medali emas Olimpiade itu menunjukkan foto lengannya yang dipenuhi gelang rumah sakit, menandakan ia menjalani perawatan intensif.
“Saya bukan tipe orang yang biasanya membagikan hal seperti ini karena saya menghargai privasi di zaman sekarang, tapi hampir mati tidak ada dalam bingo card saya minggu ini,” tulis Biles, 29 tahun. Ia menyebut pengalaman itu sebagai salah satu yang paling menakutkan dalam hidupnya, namun enggan membeberkan detail kejadian.
Kondisi Biles diperparah oleh absennya sang suami, Jonathan Owens, yang tengah menjalani latihan pramusim NFL bersama Indianapolis Colts. Dalam unggahan berikutnya, Biles mengunggah foto tempat tidurnya dan tangkapan layar monitor detak jantung istirahat, menandakan ia masih dalam masa pemulihan. “Saya akan di sini,” tulisnya singkat.
Insiden ini mengingatkan publik pada perjuangan Biles melawan tekanan mental yang sempat membuatnya mundur dari Olimpiade Tokyo 2020. Dalam wawancara dengan Harper's Bazaar Spanyol, Biles mengakui bahwa kesuksesan di usia muda menjadi beban berat. “Tiba-tiba semua orang mengawasi Anda, memberi tahu cara bertindak dan berbicara. Saya takut mengecewakan mereka,” ujarnya. Terapi, menurut Biles, menjadi penyelamat—baik sebagai atlet maupun pribadi.
Bagi Indonesia, kisah Biles menjadi pengingat akan pentingnya dukungan psikologis bagi atlet. Di tengah gencarnya pembinaan olahraga nasional, kasus Biles menunjukkan bahwa prestasi tanpa keseimbangan mental bisa berujung pada kehancuran. Federasi olahraga di Indonesia mulai memasukkan aspek psikologi dalam program pelatihan, namun masih perlu diperkuat.
“Saya masih pergi ke terapi setiap minggu. Itu membuat saya tetap membumi dan membantu memproses segala hal yang terjadi dalam hidup dan dunia. Ini adalah tempat aman saya,” kata Biles. Sikap terbuka Biles tentang kesehatan mental diharapkan dapat mendorong lebih banyak atlet, termasuk di Indonesia, untuk tidak ragu mencari bantuan profesional.
Ke depannya, publik menanti penjelasan lebih lanjut dari Biles mengenai penyebab insiden tersebut. Akankah ia kembali ke panggung kompetisi? Atau justru memilih pensiun dini demi kesehatan jangka panjang? Pertanyaan ini masih menggantung, namun satu hal pasti: Biles telah membuktikan bahwa keberanian sejati tidak hanya diukur dari medali, tetapi juga dari keputusan untuk menjaga diri sendiri.



