Assan Ouédraogo: Bintang Muda Bundesliga yang Siap Membela Jerman di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Gelandang RB Leipzig, Assan Ouédraogo, dipanggil masuk skuad Jerman untuk Piala Dunia 2026 setelah Lennart Karl cedera.
- Pemain berusia 20 tahun itu mencatatkan enam kontribusi gol dalam delapan pertandingan Bundesliga musim ini sebelum cedera lutut.
- Pelatih Julian Nagelsmann dan Ole Werner memuji potensi dan etos kerja Ouédraogo, yang dianggap sebagai aset masa depan Die Mannschaft.

Pemanggilan mendadak Assan Ouédraogo ke skuad Jerman untuk Piala Dunia 2026 bukan sekadar pelengkap. Gelandang RB Leipzig berusia 20 tahun itu dipanggil Julian Nagelsmann setelah Lennart Karl mundur karena cedera, dan ia datang dengan bekal performa impresif di Bundesliga serta satu gol perdana untuk tim nasional.
Ouédraogo menjalani musim 2025/26 yang terpotong cedera lutut berkepanjangan. Ia absen sejak akhir November hingga April, namun kembali tepat waktu di pekan pamungkas Bundesliga dengan mencetak gol ke gawang Freiburg. Sebelum cedera, performa terbaiknya terjadi pada musim gugur: enam kontribusi gol hanya dalam delapan pertandingan, termasuk penampilan Man of the Match saat Leipzig menghancurkan Augsburg 6-0.
Kehadiran Ouédraogo memberi dimensi baru di lini tengah Jerman. Fisiknya yang kuat dan kemampuannya membawa bola membuat transisi serangan dari tengah menjadi lebih langsung. Ia juga ancaman gol dari jarak jauh, terbukti saat ia mencetak gol debut untuk Die Nationalelf melawan Slovakia pada November 2025.
Pelatih Jerman Julian Nagelsmann memberikan pujian namun tetap waspada. "Dia masih sangat muda, tapi saya sangat senang dengan perkembangannya. Saya berharap ia tetap rendah hati. Ia harus terus bekerja keras dan konsisten," ujar Nagelsmann. Sementara itu, pelatih Leipzig Ole Werner menyebut Ouédraogo sebagai "bakat luar biasa" yang tidak pernah merasa otomatis mencetak gol dan selalu bertanggung jawab di lapangan.
Bagi Indonesia, kisah Ouédraogo menjadi pengingat akan pentingnya pembinaan pemain muda yang tahan cedera dan konsisten. Di tengah gempuran pemain naturalisasi, Indonesia bisa belajar dari Jerman yang berani memberi kesempatan pada pemain muda berbakat meski baru sekali caps. Keberanian Nagelsmann memanggil Ouédraogo menunjukkan bahwa performa klub dan potensi jangka panjang lebih diutamakan sekadar pengalaman internasional.
Dengan fisik menjulang dan kemampuan membawa bola yang mumpuni, Ouédraogo bisa menjadi senjata rahasia Jerman di Piala Dunia. Pertanyaannya, akankah ia mampu mengulang performa gemilangnya di Bundesliga saat menghadapi tekanan turnamen terbesar di dunia?
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/7903638/original/073021500_1780733997-20260605BL_Timnas_Indonesia_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026_34.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8029880/original/041222600_1780871446-ChatGPT_Image_Jun_8__2026__05_25_19_AM.jpg)
