Top Skor Bundesliga dari Berbagai Negara: Kane Mengejar Rekor Müller
Baca dalam 60 detik
- Gerd Müller masih kokoh di puncak dengan 365 gol, namun Robert Lewandowski menjadi satu-satunya pemain lain yang tembus 300 gol.
- Harry Kane, dengan 98 gol, menjadi andalan Inggris dan bagian dari trio maut Bayern yang mencetak rekor 122 gol dalam semusim.
- Andrej Kramarić memimpin daftar pencetak gol aktif dengan 140 gol, sementara Patrik Schick dan Serhou Guirassy menunjukkan performa impresif dalam dua musim terakhir.

Enam dekade Bundesliga telah melahirkan deretan pencetak gol legendaris dari berbagai penjuru dunia, mulai dari Gerd Müller yang tak tersentuh hingga Harry Kane yang tengah merajai panggung Jerman. Data terkini per Juni 2026 menunjukkan dominasi pemain asing di papan atas, dengan hanya dua pemain yang berhasil menembus 300 gol sepanjang sejarah liga.
Gerd Müller, legenda Bayern Munich, masih menjadi raja dengan 365 gol dalam 14 musim (1965–1979). Julukan Der Bomber melekat berkat ketajamannya, termasuk rekor 40 gol dalam satu musim yang bertahan 49 tahun sebelum dipecahkan Robert Lewandowski. Polandia diwakili oleh Lewandowski dengan 312 gol, menjadikannya satu-satunya pemain lain yang melewati batas 300. Prestasi Lewandowski di Dortmund dan Bayern, termasuk 41 gol pada 2020/21, mengukuhkannya sebagai ikon Bundesliga.
Dari Amerika Selatan, Claudio Pizarro (Peru) menempati posisi keenam dengan 197 gol. Ia memegang rekor unik: mencetak gol di setiap musim selama 21 tahun, serta menjadi pencetak gol tertua di usia 41 tahun. Giovane Élber (Brasil) mengoleksi 133 gol, sebagian besar bersama Bayern, dan sempat menjadi top skor non-Jerman sebelum dilampaui Pizarro.
Eropa Timur juga melahirkan mesin gol. Andrej Kramarić (Kroasia) memimpin daftar pemain aktif dengan 140 gol dalam 10,5 musim di Hoffenheim. Kontrak barunya hingga 2028 memberi peluang untuk menambah pundi-pundi gol. Patrik Schick (Republik Ceko) mencetak 90 gol, dengan 37 di antaranya dalam dua musim terakhir—hanya kalah dari Kane dan Guirassy. Ia menutup musim dengan sembilan gol dalam enam laga.
Dari Asia, Bum-Kun Cha (Korea Selatan) dan Shinji Kagawa (Jepang) masing-masing mencatat 98 dan 41 gol. Sementara itu, Javier Hernández (Meksiko) hanya 28 gol, namun ia lima kali menjadi Pemain Terbaik Bulanan selama dua musim di Leverkusen. Amerika Serikat diwakili Tom Dooley (20 gol), bek yang memulai karier dari divisi tiga.
Kane, yang bergabung dengan Bayern pada 2023, telah memenangkan Torjägerkanone setiap musim. Bersama Michael Olise dan Luis Díaz, ia membentuk trio paling mematikan yang membantu Bayern memecahkan rekor gol dalam semusim (122). Dengan 98 gol, Kane hanya butuh dua gol lagi untuk mencapai 100—sebuah pencapaian yang hanya diraih segelintir pemain asing.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, daftar ini menunjukkan betapa kompetitifnya Bundesliga sebagai liga yang ramah bagi pemain asing. Dengan banyaknya pemain dari Asia, Amerika, dan Afrika yang sukses, Bundesliga menjadi contoh bagaimana talenta global dapat bersinar. Ke depan, akankah Kane mampu menyalip Lewandowski? Atau mungkinkah ada pemain baru dari Asia Tenggara yang menembus daftar ini? Pertanyaan itu masih menggantung.



