Katie Taylor Tutup Karier di Croke Park: Duel Perebutan Gelar Tak Terbantahkan Lawan Flora Pili
Baca dalam 60 detik
- Petinju Irlandia Katie Taylor akan menghadapi Flora Pili pada 5 September di Croke Park, Dublin, dalam laga yang disebutnya sebagai akhir karier yang sempurna.
- Taylor berpeluang menjadi juara tak terbantahkan tiga kali dengan mempertahankan sabuk WBO, WBA, IBF, dan Ring Magazine, serta merebut gelar WBC yang kosong.
- Pertarungan ini menjadi ajang tinju pertama di Croke Park sejak Muhammad Ali bertarung pada 1972, dengan perkiraan penonton mencapai 80.000 orang.

Katie Taylor, petinju legendaris asal Irlandia, memutuskan untuk mengakhiri karier profesionalnya dengan cara yang megah: bertarung di Croke Park, stadion ikonik Dublin, pada 5 September mendatang. Lawan yang akan dihadapi adalah Flora Pili, petinju Prancis yang belum terkalahkan, dalam perebutan gelar juara tak terbantahkan kelas ringan welter.
Taylor, yang kini berusia 39 tahun, akan mempertahankan sabuk WBO, WBA, IBF, dan Ring Magazine miliknya, sekaligus berusaha merebut gelar WBC yang kosong. Pertarungan ini menjadi momen bersejarah karena Croke Park—stadion berkapasitas 82.300 penonton—kembali menggelar tinju setelah 53 tahun, tepatnya sejak Muhammad Ali mengalahkan Al 'Blue' Lewis pada 1972. Taylor sendiri mengaku ini adalah impian yang menjadi kenyataan dan cara paling pas untuk menutup karier gemilangnya.
Taylor mengaku tidak sabar untuk tampil di depan publik sendiri. "Ini adalah momen paling ikonik dalam karier saya. Bertarung di Croke Park, stadion yang dianggap sebagai katedral olahraga Irlandia, sungguh di luar mimpi terliar saya," ujarnya. Ia juga berharap pertarungan ini bisa menginspirasi generasi muda untuk menekuni olahraga.
Namun, jalan menuju Croke Park tidaklah mulus. Rencana pertarungan di stadion tersebut sempat terhambat masalah biaya. Pada 2022, setelah kemenangan pertama Taylor atas Serrano, wacana ini muncul, tetapi eksekutif Croke Park, Peter McKenna, menyatakan promotor Matchroom tidak mau menanggung biaya keamanan. Eddie Hearn mengakui bahwa biaya sewa dan operasional di Croke Park hampir tiga kali lipat dibandingkan di Stadion Wembley. Meski demikian, akhirnya kesepakatan tercapai.
Taylor hanya menelan satu kekalahan sepanjang karier profesionalnya, yaitu saat dikalahkan Chantelle Cameron pada Mei 2023 di Dublin. Namun, ia berhasil membalas kekalahan tersebut pada pertarungan ulang di tahun yang sama. Kini, ia menghadapi lawan yang tidak mudah: Flora Pili, petinju Prancis berusia 28 tahun, yang memiliki rekor sempurna 12-0. "Saya tidak meremehkan Flora. Dia petinju tangguh dengan latar belakang amatir yang baik. Saya sangat menghormatinya," kata Taylor.
Pili, yang berbicara melalui penerjemah, menyatakan dirinya datang untuk membuat nama. "Saya mengikuti karier Katie Taylor. Dia legenda olahraga ini. Tapi saya datang untuk membuat nama saya sendiri," ujarnya.
Eddie Hearn memuji perjalanan Taylor dari sekadar mengirim pesan langsung (DM) yang menyatakan ingin menjadi profesional hingga menjadi juara tak terbantahkan. "Ini akan menjadi momen terbesar dalam olahraga putri untuk atlet individu. Lebih dari itu, ini adalah momennya Katie," ujar Hearn. Ia juga mengungkapkan bahwa banyak petinju Irlandia, baik yang masih aktif maupun pensiun, ingin tampil di undercard.
Pertarungan ini tidak hanya menjadi penutup karier Taylor, tetapi juga tonggak sejarah bagi olahraga putri dan tinju Irlandia. Dengan potensi penonton 80.000 orang, rekor penonton terbanyak untuk pertandingan olahraga individu putri akan tercipta. Pertanyaannya, mampukah Pili menjadi batu sandungan terakhir bagi sang legenda, atau Taylor akan mengakhiri kariernya dengan kemenangan manis di depan publik sendiri?



