Bivol Kembali dengan Kemenangan Dominan, Trilogi Melawan Beterbiev Makin Dekat
Baca dalam 60 detik
- Dmitry Bivol sukses mempertahankan sabuk juara IBF dan WBA kelas berat ringan setelah mengalahkan Michael Eifert dengan skor mutlak 118-107.
- Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi petinju Rusia itu sejak Februari 2025, saat ia membalaskan dendam atas Artur Beterbiev, satu-satunya yang pernah mengalahkannya.
- Dengan rekor saling mengalahkan, duel trilogi melawan Beterbiev kian mungkin terjadi, sementara David Benavidez juga mengincar pertarungan melawan Bivol.

Dmitry Bivol, petinju kelas berat ringan asal Rusia yang diakui sebagai salah satu yang terbaik di dunia, kembali naik ring setelah 15 bulan absen dan langsung menunjukkan dominasi mutlak. Dalam laga yang digelar di kandang sendiri, Bivol berhasil mempertahankan sabuk juara IBF dan WBA setelah mengalahkan Michael Eifert dari Jerman dengan skor bulat 118-107 dari seluruh hakim.
Pertarungan yang berlangsung 12 ronde itu nyaris sepenuhnya dikuasai Bivol. Ia menjatuhkan Eifert di ronde pertama dengan pukulan kiri keras ke arah rahang. Meski sempat bangkit dan bertahan hingga akhir, Eifert tak mampu memberikan perlawanan berarti. Kemenangan ini menjadi penegasan bahwa Bivol masih menjadi ancaman serius di divisinya, meski baru pulih dari cedera punggung yang memaksanya menjalani operasi pada pertengahan 2025.
Bagi Bivol, laga ini adalah ujian pertama setelah ia menjalani operasi punggung pada Agustus 2025. Sebelumnya, pada Februari 2025, ia berhasil membalaskan dendam atas Artur Beterbiev โ satu-satunya petinju yang pernah mengalahkannya โ dalam pertarungan sengit yang menyamakan rekor head-to-head mereka menjadi 1-1. Kini, dengan kemenangan atas Eifert, spekulasi mengenai trilogi melawan Beterbiev kembali mencuat.
Selain Beterbiev, nama David Benavidez juga mulai dikaitkan dengan Bivol. Benavidez, yang kini menjadi juara kelas berat cruiser WBA Super dan WBO, baru saja naik kelas dari kelas berat ringan dan secara terbuka menyatakan keinginannya untuk bertarung melawan Bivol. Pertarungan ini tentu akan menjadi daya tarik besar, mengingat Benavidez juga merupakan petinju papan atas yang belum terkalahkan.
Dari perspektif Indonesia, dominasi Bivol di kelas berat ringan menjadi tontonan menarik bagi penggemar tinju Tanah Air. Meski belum ada petinju Indonesia yang berlaga di level tersebut, pertarungan-pertarungan besar seperti ini kerap menjadi sorotan dan meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga tinju. Apalagi, jika trilogi Bivol vs Beterbiev terwujud, dipastikan akan menjadi salah satu laga paling dinanti tahun ini.
Dengan kemenangan ini, Bivol kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu petinju terbaik pound-for-pound. Pertanyaan selanjutnya: akankah ia kembali menghadapi Beterbiev untuk menentukan siapa yang terbaik, atau justru meladeni tantangan Benavidez? Jawabannya akan menentukan arah karier Bivol ke depan.



