Pogacar di Ambang Rekor, Carapaz Menaklukkan Alpe d'Huez
Baca dalam 60 detik
- Tadej Pogacar akan menyamai rekor lima kemenangan Tour de France jika finis aman di Paris, dengan keunggulan lebih dari enam menit.
- Richard Carapaz menang stage 20 di Alpe d'Huez setelah Sepp Kuss mengalami dua kali kecelakaan, sekaligus mengamankan jersey polka dot.
- Final stage dipersingkat akibat kebakaran hutan di Prancis, dan rute baru di Montmartre membuka peluang tak terduga.

Tadej Pogacar tinggal selangkah lagi menjadi pebalap paling sukses dalam sejarah Tour de France setelah finis aman di stage 20, sementara Richard Carapaz merebut kemenangan dramatis di Alpe d'Huez. Pebalap asal Slovenia itu akan menyamai rekor lima gelar juara yang dipegang Jacques Anquetil, Eddy Merckx, Bernard Hinault, dan Miguel Indurain jika ia menyelesaikan etape terakhir di Paris tanpa insiden.
Stage 20 yang dijuluki 'queen stage' menyajikan tantangan paling berat dengan tiga pendakian hors category sepanjang 170,9 km dan total elevasi 5.450 meter. Di sinilah drama terjadi: Sepp Kuss dari Visma-Lease a Bike yang memimpin sejak awal breakaway dua kali terjatuh saat melaju sendirian di kilometer-km kritis. Kecelakaan pertama di tikungan kanan membuatnya nyaris terjun bebas ke jurang, namun beruntung jaring pengaman menyelamatkannya. Kecelakaan kedua di pintu keluar terowongan menjelang Alpe d'Huez membuka jalan bagi Carapaz untuk melesat merebut kemenangan.
Carapaz, pemenang Giro d'Italia 2019, tidak hanya menang stage tetapi juga memastikan gelar raja gunung (polka dot jersey). Sementara itu, Pogacar justru tidak tampil agresif seperti biasanya. Ia memilih membantu rekan setimnya, Isaac del Toro, yang sempat kesulitan di Col du Galibier. Berkat bantuan itu, Del Toro mengamankan posisi ketiga klasemen umum dan jersey putih pebalap muda, mengungguli bintang muda Prancis Paul Seixas yang kehabisan tenaga di pendakian terakhir.
Keputusan Pogacar untuk mengorbankan ambisi pribadi demi rekan setimnya menunjukkan kedewasaan taktik yang jarang terlihat pada pebalap seusianya. "Ini adalah kemenangan tim," kata direktur olahraga UAE Team Emirates-XRG seusai stage. "Tadej sadar bahwa membantu Isaac sama pentingnya dengan mempertahankan yellow jersey."
Di sisi lain, kebakaran hutan yang melanda barat daya Prancis memaksa penyelenggara ASO memotong rute final stage dari 133 km menjadi 89 km. Etape tradisional di Champs-รlysรฉes tetap dipertahankan, namun penambahan seksi baru di Montmartre memberi peluang bagi pebalap dengan daya tahan tinggi untuk mencuri kemenangan. Bagi penggemar balap sepeda di Indonesia, Tour de France edisi ini menegaskan kembali popularitasnya yang mendunia. Pencapaian Pogacar yang menyamai legenda seperti Merckx bisa menjadi inspirasi bagi pebalap muda Tanah Air untuk bermimpi bersaing di level tertinggi.
Dengan rival terdekatnya, Remco Evenepoel, yang finis kedua di stage 20, Pogacar diprediksi akan melaju mulus ke Paris tanpa perlu memaksakan diri. Pertanyaan yang tersisa: akankah ia kembali mendominasi di tahun-tahun mendatang, atau justru para pesaing seperti Evenepoel dan Del Toro mampu mengakhiri hegemoninya? Final stage Minggu nanti mungkin bukan penentu gelar, namun akan menjawab seberapa besar ambisi Pogacar untuk terus menulis sejarah.



