Leeds United Incar Striker 'Reinkarnasi Suarez' untuk Gantikan Calvert-Lewin
Baca dalam 60 detik
- Leeds United dilaporkan membidik Nicolo Tresoldi, striker muda Club Brugge berusia 21 tahun, dengan banderol di atas £30 juta.
- Tresoldi yang dijuluki 'Luis Suarez regen' mencatat 23 gol musim lalu, termasuk tiga gol di Liga Champions melawan raksasa Eropa.
- Kehadiran Tresoldi dinilai bisa menjadi ancaman serius bagi posisi Dominic Calvert-Lewin yang performanya tidak konsisten dalam lima musim terakhir.

Leeds United tidak berniat berpuas diri hanya dengan bertahan di Premier League. Klub asuhan Daniel Farke itu kini membidik Nicolo Tresoldi, striker muda Club Brugge yang digadang-gadang lebih tajam dari Dominic Calvert-Lewin.
Ambisi Leeds musim ini terlihat dari belanja besar mereka: mendatangkan Harry Wilson dari Fulham (10 gol musim lalu), Tarik Muharemovic dari Sassuolo seharga £34 juta, serta mengejar kiper Manchester City James Trafford. Namun, kebutuhan akan penyerang baru tetap mendesak meski Calvert-Lewin tampil impresif pada musim pertamanya di Elland Road.
Catatan Calvert-Lewin musim lalu memang positif: 14 gol di Premier League. Namun, dalam lima musim sebelumnya, ia hanya sekali menembus dua digit gol—itu pun pada musim 2020/21 bersama Everton. Kekhawatiran bahwa performanya hanya kilasan sesaat membuat Leeds ingin memiliki opsi lain di lini depan.
Nicolo Tresoldi, yang oleh scout Jacek Kulig dijuluki sebagai 'reinkarnasi Luis Suarez', menjadi target utama Leeds. Menurut laporan TEAMtalk dan Goal, Tottenham Hotspur juga tertarik, sehingga persaingan akan ketat. Pemain Jerman U21 itu mencetak 23 gol di semua kompetisi untuk Club Brugge musim lalu, termasuk torehan apik di Liga Champions.
Perbandingan statistik menunjukkan Tresoldi lebih klinis. Ia mencetak 19 gol dari 16,60 expected goals (xG) di Pro League, sedangkan Calvert-Lewin kerap berada di bawah ekspektasi. Tresoldi juga sudah membuktikan diri di pentas Eropa dengan menjebol gawang tim-tim besar—bukti bahwa ia bisa beradaptasi dengan level Premier League.
Meski ada keraguan tentang kualitas Liga Belgia, Tresoldi telah menunjukkan kemampuan melawan lawan elite. Tiga golnya di Liga Champions menjadi sinyal bahwa ia bukan sekadar pemain 'papan bawah'. Ia pun tidak hanya mencetak gol, tetapi juga menciptakan peluang bagi rekan setim.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, langkah Leeds ini mempertegas pergeseran strategi klub-klub Inggris yang mulai berani merekrut bakat muda dari liga-liga alternatif. Jika Tresoldi sukses, ia bisa menjadi inspirasi bagi klub-klub Asia—termasuk Indonesia—untuk lebih percaya pada pemain dari kompetisi non-elite.
Dengan harga di atas £30 juta, Tresoldi bukan investasi murah. Namun, jika ia mampu tampil konsisten dan menggusur Calvert-Lewin dari posisi inti, Leeds bakal menuai keuntungan jangka panjang. Pertanyaannya: akankah ia memilih Elland Road atau bergabung dengan Spurs untuk bersinar di London?



