Bebeto Beri Restu: Endrick Diminta Goyang Bayi di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Legenda Brasil Bebeto mendorong striker muda Endrick untuk mengulang selebrasi 'goyang bayi' yang ikonik di Piala Dunia 2026, sejalan dengan momen menjadi ayah yang sama.
- Endrick, yang baru berusia 19 tahun dan telah mengoleksi 15 caps bersama timnas, akan menjadi andalan Brasil di Grup C melawan Maroko, Haiti, dan Skotlandia.
- Selebrasi Bebeto pada 1994 lahir dari doa untuk anaknya yang baru lahir; kini Endrick berpotensi menciptakan momen serupa di Amerika Serikat.
Legenda sepak bola Brasil, Bebeto, secara terbuka mendukung penyerang muda Endrick untuk mengulang selebrasi 'goyang bayi' yang melegenda di Piala Dunia 2026. Dukungan itu muncul karena keduanya memiliki kesamaan nasib: menjadi calon ayah saat berlaga di turnamen akbar yang digelar di Amerika Utara.
Bebeto, yang mencetak gol krusial dalam perjalanan Brasil menjuarai Piala Dunia 1994, berharap Endrick mampu mengulang momen ikonik tersebut. "Saya akan mendukungnya sepenuh hati. Dia ditakdirkan untuk menjadi besar. Saya berharap dia mencetak gol dan memberikan penghormatan kepada bayi dan istrinya. Bagaimanapun, keluarga adalah segalanya," ujar Bebeto dalam wawancara dengan FIFA.
Endrick, yang kini berusia 19 tahun dan bermain untuk Real Madrid, akan menjadi ayah pada Juli atau Agustus mendatangโtepat saat Piala Dunia 2026 berlangsung. Istrinya, Gabriely Miranda, seorang model dan selebritas media sosial, tengah mengandung anak pertama mereka, seorang bayi laki-laki. Situasi ini persis seperti yang dialami Bebeto pada 1994, ketika putranya, Mattheus, lahir dua hari sebelum Brasil mengalahkan Belanda di perempat final.
Bebeto, yang kini berusia 60 tahun, mengaku kagum dengan bakat dan mentalitas Endrick. "Endrick selalu berusaha memberikan dampak dan menyuntikkan semangat ke dalam tim. Dia bakat istimewa. Saya bertemu dengannya di Amerika Serikat baru-baru ini, dan dia mendatangi saya untuk meminta nasihat. Saya akan bersorak untuknya dan mendorongnya memberikan segalanya, karena dia punya karakter kuat dan tidak mudah terpengaruh. Ancelotti juga menyadari bahwa Endrick akan menjadi pemain kunci," tambah Bebeto.
Selebrasi 'goyang bayi' Bebeto pada 1994 bukan sekadar gerakan spontan. Bebeto mengaku telah berdoa kepada Tuhan untuk diberi kesempatan mencetak gol demi putranya yang baru lahir. "Mattheus adalah satu-satunya anak yang kelahirannya tidak saya saksikan. Saya tidak memberi tahu siapa pun tentang rencana saya. Itu adalah hadiah dari Tuhan. Saya memohon kepada Tuhan untuk memberi saya kesempatan mencetak gol untuk anak saya. Dan itulah yang terjadi," kenang Bebeto.
Momen itu kemudian diabadikan dalam sejarah Piala Dunia. Namun, Mattheus baru menyadari makna selebrasi itu saat berusia lima tahun. "Kami baru kembali ke Brasil setelah bepergian, dan gol itu ditayangkan di TV di toko bebas bea. Dia berdiri di sana menonton dan tersenyum. Saat itulah saya sadar dia tahu bahwa itu ditujukan untuknya. Itu membuat saya menangis," ujar Bebeto.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah Bebeto dan Endrick menyiratkan bahwa Piala Dunia 2026 akan menjadi panggung bagi lahirnya legenda baru. Dengan jadwal pertandingan yang bersahabat (siaran langsung di Indonesia pada malam hari), publik Tanah Air berpotensi menyaksikan momen bersejarah jika Endrick benar-benar mengulang selebrasi tersebut. Apakah Endrick akan mampu menorehkan namanya dalam folklore Piala Dunia seperti pendahulunya? Jawabannya akan terungkap di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada musim panas 2026.



