Leeds United Incar Yunus Musah: Reinkarnasi Stuart Dallas di Elland Road?
Baca dalam 60 detik
- Leeds United masuk dalam perburuan gelandang serba bisa Yunus Musah, yang gagal diakuisisi Atalanta setelah masa peminjaman.
- Musah, yang dijuluki 'pemain lengkap' oleh mantan pelatih AC Milan, Stefano Pioli, dinilai memiliki fleksibilitas mirip legenda Leeds, Stuart Dallas.
- Jika bergabung, pemain berusia 23 tahun itu diproyeksikan menggantikan peran Brenden Aaronson dan membantu Leeds menembus papan atas Premier League.

Leeds United dikabarkan serius memburu gelandang serba bisa asal Amerika Serikat, Yunus Musah, sebagai target utama bursa transfer musim panas 2025. Klub asal West Yorkshire itu melihat Musah sebagai sosok yang bisa menghidupkan kembali semangat era Stuart Dallas—legenda yang dikenal karena keserbagunaannya di lapangan.
Menurut laporan Football Insider, Leeds harus bersaing dengan sejumlah klub Eropa lainnya yang juga mengincar jasa pemain berusia 23 tahun tersebut. AC Milan, yang masih memegang kontrak Musah, dikabarkan siap melepasnya setelah sang pemain gagal diakuisisi secara permanen oleh Atalanta. Klub Serie A itu memiliki opsi pembelian senilai £22 juta, namun memutuskan untuk tidak mengaktifkannya usai masa peminjaman musim 2025/26.
Mantan pramuka Manchester United, Mick Brown, mengonfirmasi bahwa Leeds bukan satu-satunya peminat. "Jika Musah tersedia, saya perkirakan Leeds akan menjadi salah satu dari beberapa klub di Eropa yang tertarik melakukan kesepakatan," ujarnya. Brown menambahkan bahwa pemain sekaliber Musah pasti akan menarik perhatian banyak tim, terutama karena ia dinilai memiliki kualitas tinggi dan kemungkinan besar akan dijual.
Keserbagunaan Musah menjadi daya tarik utama bagi pelatih Daniel Farke. Selama berkarier, ia pernah dimainkan sebagai gelandang tengah, sayap, hingga bek sayap—mirip dengan Stuart Dallas yang legendaris di Elland Road. Dallas, yang pensiun dini karena cedera lutut parah, dikenal sebagai pemain yang bisa mengisi hampir semua posisi kecuali kiper. Ia mencatatkan 257 penampilan untuk Leeds, mencetak 28 gol dan 18 assist, serta menjadi pilar penting saat Leeds promosi dan finis kesembilan di Premier League.
Musah sendiri mengawali karier di akademi Arsenal sebelum pindah ke AC Milan. Mantan pelatihnya, Stefano Pioli, pernah menjulukinya sebagai "pemain lengkap". Sepanjang karier, ia mengoleksi 13 gol dan 12 assist, menunjukkan naluri menyerang yang tajam. Dengan pengalaman bermain di Serie A dan Premier League (bersama Arsenal), Musah dinilai siap bersaing di Inggris.
Bagi Leeds, merekrut Musah bukan sekadar menambah kedalaman skuad, melainkan juga langkah strategis untuk meningkatkan fleksibilitas taktik. Farke, yang musim lalu berhasil membawa Leeds bertahan di Premier League, kini menargetkan finis di papan atas. Dengan kepergian Brenden Aaronson yang santer dirumorkan, Musah bisa menjadi pengganti ideal sekaligus aset jangka panjang.
Namun, persaingan ketat diprediksi terjadi. Klub-klub Italia dan Jerman dikabarkan juga memantau situasi Musah. Leeds sendiri dikenal tidak suka mengeluarkan dana besar—rekor transfer termahal mereka musim lalu hanya £18 juta untuk Noah Okafor. Jika ingin bersaing, Leeds harus bergerak cepat dan meyakinkan Musah bahwa Elland Road adalah tempat yang tepat untuk mengembangkan karier.
Apakah Musah akan menjadi 'Dallas baru' yang membawa Leeds ke papan atas? Ataukah ia hanya akan menjadi pemain lain yang tenggelam di kerasnya Premier League? Keputusan dalam beberapa pekan ke depan akan menjawabnya.



