Gael Clichy: Michael Olise Bisa Jadi Bintang Terbaik Prancis di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Mantan bek timnas Prancis Gael Clichy menilai Michael Olise (Bayern Munich) berpotensi menjadi bintang baru Les Bleus di Piala Dunia 2026, seperti Kylian Mbappe pada 2018.
- Selain Olise, Clichy juga menyoroti perkembangan Rayan Cherki (Manchester City) yang mulai matang di bawah asuhan Pep Guardiola, serta peran penting Jean-Philippe Mateta (Crystal Palace) sebagai striker senior.
- Piala Dunia 2026 akan menjadi ajang pembuktian bagi generasi baru Prancis yang mayoritas belum pernah tampil di turnamen besar senior, dengan harapan besar pada performa individu pemain kunci.

Gael Clichy, mantan bek timnas Prancis yang kini menjadi manajer dan pengamat sepak bola, meyakini bahwa Michael Olise akan menjadi bintang terbesar Prancis di Piala Dunia 2026 mendatang. Menurutnya, pemain sayap Bayern Munich itu memiliki momentum yang sama seperti Kylian Mbappe saat mentas di Rusia delapan tahun lalu.
"Kadang seorang pemain punya momen sempurna, turnamen di mana ia benar-benar mengumumkan diri sebagai superstar. Itu terjadi pada Mbappe di 2018. Musim panas ini, saya berharap Michael Olise melakukan hal yang sama di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko," ujar Clichy dalam wawancara dengan BBC Sport.
Olise, 24 tahun, baru mengoleksi 16 caps dan empat gol untuk Les Bleus. Meski sudah sering tampil di Liga Champions bersama Bayern, ia masih dianggap baru di panggung internasional. Clichy, yang menjadi asisten pelatih Thierry Henry di Olimpiade Paris 2024, melihat langsung potensi Olise saat membawa tim U-23 Prancis ke final. Namun, Piala Dunia adalah level yang berbeda.
"Dia pemain yang saya paling nantikan untuk melihatnya bermain game demi game di level ini, dan menunjukkan kepada semua orang apa yang bisa dia lakukan," tambah Clichy.
Selain Olise, Clichy juga menyoroti dua pemain lain yang dianggapnya bisa memberikan dampak besar: Rayan Cherki dan Jean-Philippe Mateta. Cherki, yang kini berusia 22 tahun, sempat menjadi pemain frustrasi karena kurang disiplin tanpa bola. Namun, kedatangannya ke Manchester City dan arahan Pep Guardiola mengubah segalanya.
"Bekerja dengan Pep bisa membuatmu hebat atau menghancurkanmu. Jika kamu mendengarkan dan mengikuti apa yang dia inginkan, dengan kualitas yang dimiliki Rayan, kamu punya peluang besar menjadi hebat," kata Clichy. Ia membandingkan perjalanan Cherki dengan Samir Nasri, yang meski kurang berbakat, berhasil memenangi dua gelar Premier League berkat kedisiplinan.
Sementara itu, Mateta dianggap sebagai striker klasik yang kuat secara fisik dan tajam di kotak penalti. Clichy mengaku tidak terkejut dengan pemanggilannya ke timnas. Sejak bergabung dengan Crystal Palace pada 2022, klub tersebut memenangi Piala FA dan Liga Konferensi Eropa. "Jika striker Anda tampil baik, tim Anda akan tampil baik. Matematikanya sederhana," ujar Clichy.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, Piala Dunia 2026 akan menjadi tontonan menarik untuk menyaksikan generasi baru Prancis. Dengan bintang-bintang seperti Olise, Cherki, dan Mateta, Les Bleus tidak hanya mengandalkan nama besar seperti Mbappe atau Griezmann. Kehadiran mereka bisa menjadi pembeda di turnamen yang akan digelar di tiga negara tersebut.
Clichy menutup dengan pandangan ke depan: "Jika Olise bisa membawa sihirnya dari Bayern ke Piala Dunia, dia akan dianggap sebagai salah satu yang terbaik yang kami miliki di Prancis. Dan jika dia tampil maksimal, tim pun akan tampil maksimal." Pertanyaannya, akankah momen puncak Olise benar-benar terjadi di panggung terbesar sepak bola dunia?



