Teddi Mellencamp Umumkan Remisi Kanker: 'Hasil Terbaik yang Kami Harapkan'
Baca dalam 60 detik
- Bintang reality show The Real Housewives of Beverly Hills, Teddi Mellencamp, dinyatakan dalam remisi setelah setahun menjalani imunoterapi untuk kanker stadium 4.
- Kecemasan Mellencamp meningkat saat jeda pemindaian tiga bulan, namun hasil terbaru menunjukkan tumor di otak dan paru-parunya telah hilang.
- Kisah Mellencamp menjadi pengingat pentingnya deteksi dini kanker kulit, yang relevan bagi masyarakat Indonesia dengan paparan sinar matahari tinggi.

Teddi Mellencamp, bintang The Real Housewives of Beverly Hills, menerima kabar yang ia sebut sebagai "hasil terbaik yang bisa kami harapkan" dalam perjuangannya melawan kanker stadium 4. Setelah lebih dari setahun menjalani imunoterapi, pemindaian terbaru menunjukkan tidak ada lagi bukti tumor di tubuhnya.
Dalam video yang diunggah di Instagram, Mellencamp mengaku mengalami kecemasan luar biasa selama tiga bulan tanpa pemindaian. Dokter memutuskan memperpanjang jeda pemeriksaan dari bulanan menjadi tiga hingga empat bulan, yang memicu rasa takut dan kesepian. "Saya terus menangis. Saya ingin menjadi orang yang selalu positif, tapi saya benar-benar takut. Ini juga sangat sepi. Saya sudah sampai pada titik kelelahan," ujarnya.
Namun, pertemuannya dengan dokter pekan ini membawa kelegaan. Dokter menyatakan bahwa pemindaian tidak menunjukkan adanya tumor di otak dan paru-paru, tempat kanker sebelumnya menyebar. "Ketika Anda datang, Anda memiliki tumor di otak dan paru-paru. Kami tidak melihatnya sekarang. Ada bukti bahwa imunoterapi telah membantu Anda," kata sang dokter. Ia menambahkan bahwa meskipun istilah "remisi" bersifat kabur, hasil yang dicapai Mellencamp adalah yang terbaik.
Mellencamp, yang memiliki tiga anak—Slate (12), Cruz (11), dan Dove (6)—dengan suami yang telah berpisah, Edwin Arroyave, mengakhiri pesannya dengan seruan untuk melakukan pemeriksaan kulit. "Sekarang saya melakukan pemeriksaan kulit karena dari situlah semuanya dimulai. Ini juga pengingat bagi kalian. Pergi dan periksakan kulit kalian," katanya.
Kisah Mellencamp menyoroti pentingnya deteksi dini kanker kulit, terutama di Indonesia yang memiliki paparan sinar matahari tinggi sepanjang tahun. Melanoma, meskipun lebih jarang dibandingkan jenis kanker kulit lain, memiliki tingkat keganasan tinggi jika terlambat ditangani. Masyarakat Indonesia disarankan untuk rutin memeriksakan diri ke dokter kulit, terutama jika memiliki tahi lalat yang berubah bentuk atau warna, serta melindungi kulit dari sinar UV dengan tabir surya.
Ke depannya, Mellencamp harus terus menjalani imunoterapi dan mengelola efek samping. Dokter mengingatkan bahwa semakin lama ia bertahan dalam kondisi remisi, semakin baik prognosisnya. Pertanyaan yang kini mengemuka: akankah pengalaman publik figur seperti Mellencamp mendorong lebih banyak orang untuk melakukan skrining kanker kulit secara rutin?



