Masa Depan Bruno Guimaraes di Newcastle Belum Pasti, Arsenal Siapkan Tawaran Rp1,4 Triliun
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Newcastle, Eddie Howe, mengakui belum bisa menjamin Bruno Guimaraes bertahan setelah Arsenal dikabarkan menyiapkan tawaran £70 juta.
- The Magpies tengah mengubah strategi rekrutmen dengan mendatangkan pemain muda berbakat dari Eropa seperti Sean Steur dan Aladji Bamba.
- Kepergian Sandro Tonali ke Tottenham sebesar £100 juta membuat lini tengah Newcastle melemah, sehingga mempertahankan Guimaraes menjadi prioritas.

Eddie Howe, pelatih Newcastle United, memberikan sinyal gamang soal masa depan kapten timnya, Bruno Guimaraes. Di tengah kabar Arsenal yang siap menggelontorkan dana sebesar £70 juta (sekitar Rp1,4 triliun) untuk merekrut gelandang Brasil tersebut, Howe hanya bisa mengatakan telah melakukan pembicaraan positif, namun tanpa jaminan apa pun.
BBC Sport melaporkan pekan ini bahwa Arsenal serius mendatangkan Guimaraes pada bursa transfer musim panas. Namun, manajemen Newcastle enggan kehilangan pemain kuncinya. “Saya sudah berbincang baik dengannya sebelum, selama, dan setelah Piala Dunia. Apa yang kami bicarakan harus tetap pribadi,” ujar Howe seusai laga uji coba melawan Gateshead yang berakhir imbang 1-1, Sabtu (29/7). “Dia pemain dan pribadi yang hebat. Saya tak tahu apa yang akan terjadi dengan masa depannya. Itu urusan orang lain untuk berspekulasi.”
Guimaraes saat ini tengah menikmati liburan bersama keluarga setelah Brasil tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia oleh Norwegia. Ia dijadwalkan kembali ke Newcastle pada Jumat (4/8) dan langsung bergabung dengan skuad untuk kamp latihan pramusim di Spanyol. Situasi ini mengingatkan pada saga transfer Alexander Isak yang akhirnya hengkang ke Liverpool tahun lalu. Namun, Howe menegaskan, “Tidak ada yang mengatakan Bruno tidak akan kembali berlatih bersama kami.”
Kehilangan Guimaraes akan menjadi pukulan telak bagi Newcastle, terutama setelah lini tengah mereka ditinggal Sandro Tonali yang bergabung dengan Tottenham bulan ini dengan nilai transfer mencapai £100 juta. Sebagai gantinya, The Magpies mendatangkan dua gelandang muda: Sean Steur dari Ajax seharga hingga £23 juta, dan Aladji Bamba dari Monaco. Steur bahkan langsung dimainkan penuh selama 90 menit melawan Gateshead. “Dia tampil sangat baik hari ini. Penampilan perdananya di warna Newcastle sangat memuaskan,” puji Howe.
Steur, yang baru berusia 18 tahun, merupakan lulusan akademi Ajax yang jarang dilepas pada usia semuda itu. Willem Weijs, mantan pelatihnya di Jong Ajax, menyebut Steur sebagai “salah satu pemain dengan rating tertinggi” di akademi Ajax. Dalam laga melawan Gateshead, terlihat kilasan kemampuan teknis, ketenangan, dan visi bermainnya. Namun, Weijs mengingatkan bahwa Steur butuh waktu untuk beradaptasi dengan fisik dan intensitas Premier League. “Dia luar biasa dalam first touch dan menciptakan opsi saat possession. Khas gelandang Belanda, tapi ia harus meningkatkan duel dan fisiknya,” kata Weijs.
Newcastle memang mengubah haluan rekrutmen musim panas ini dengan membidik pemain berusia 20 tahun ke bawah yang bermain di benua Eropa. Steur, Bamba, serta dua pendatang baru lainnya—Ewen Jaouen dan Bazoumana Toure—membutuhkan kesabaran. “Kami harus sangat mendukung pemain yang datang. Tidak boleh memberi tekanan berlebihan. Tugas saya adalah mengurangi tekanan itu dan membiarkan mereka berkembang,” ujar Howe.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia yang mengikuti Premier League, saga transfer ini menarik diamati. Newcastle di bawah kepemilikan Arab Saudi berambisi menjadi yang terbaik pada 2030, namun kehilangan bintang justru bisa menghambat target tersebut. Apakah Howe akan mampu mempertahankan Guimaraes di tengah godaan Arsenal? Ataukah The Magpies akan kembali kehilangan pilar utamanya?



