Fury Hajar Wach di Laga Pemanasan, Duel Lawan Joshua Makin Dekat
Baca dalam 60 detik
- Tyson Fury memaksa Mariusz Wach mundur pada ronde kedelapan dalam laga di Thailand, menegaskan kesiapannya menghadapi Anthony Joshua.
- Pertarungan yang tak disiarkan televisi itu akan muncul di reality show Netflix dan disaksikan 1.500 penonton langsung.
- Jika Fury dan Joshua sama-sama menang di laga berikutnya, duel perebutan status juara dunia kelas berat bisa terwujud akhir tahun ini.

Tyson Fury sukses memaksa Mariusz Wach mundur pada ronde kedelapan dalam laga pemanasan yang digelar di Thailand, Jumat lalu. Pertarungan ini menjadi batu loncatan menuju duel yang ditunggu melawan Anthony Joshua, sesama mantan juara dunia kelas berat asal Inggris.
Meski tidak disiarkan secara langsung di televisi, pertarungan di Max Muay Thai Stadium, Pattaya, itu akan ditampilkan dalam reality show Netflix, 'At Home with The Furys'. Sekitar 1.500 penonton hadir menyaksikan aksi dua petinju kelas berat tersebut. Wach, yang kini berusia 46 tahun, mencatat tujuh kekalahan dalam sepuluh pertarungan terakhirnya. Ia tidak mampu melanjutkan laga saat bel ronde kedelapan berbunyi.
Kemenangan ini sekaligus menjadi ajang pemanasan yang krusial bagi Fury. Setelah dua kekalahan kontroversial dari Oleksandr Usyk pada 2024, ia perlu membangun kembali momentum. Fury, yang akan genap berusia 38 tahun pada Agustus mendatang, telah memenangi 36 pertarungan profesional dengan 27 kemenangan knock-out. Dua kekalahan yang ia derita terjadi saat berhadapan dengan Usyk. Sementara itu, Anthony Joshua, yang juga mantan juara dunia, dijadwalkan bertemu Kristian Prenga di Arab Saudi pada Sabtu ini. Joshua berada dalam posisi yang samaโbutuh kemenangan meyakinkan untuk membuktikan dirinya masih layak menjadi penantang.
Bagi penggemar tinju Indonesia, laga Fury vs Joshua menawarkan tontonan kelas dunia. Meski belum ada pengumuman resmi, beberapa platform streaming mungkin akan menyiarkan duel tersebut. Antusiasme tinggi juga terlihat dari kehadiran penonton di Thailand yang cukup banyak untuk laga pemanasan. Selain itu, pertarungan di Asia ini menandakan semakin besarnya minat terhadap tinju kelas berat di kawasan, yang membuka peluang bagi petinju Asia untuk tampil di panggung global.
Jika kedua petinju berhasil melewati lawan mereka masing-masing, duel Fury vs Joshua bisa menjadi salah satu laga paling bersejarah dalam tinju kelas berat. Akankah panggung megah tersebut akhirnya terwujud tahun ini? Semua mata kini tertuju pada langkah berikutnya dari kedua raksasa tinju Inggris itu.



