Piala Dunia 2026 Mulai Pengaruhi Pramusim: Milan Uji Coba Tanpa Bintang Lawan Celtic
Baca dalam 60 detik
- Milan menjalani laga pramusim perdana melawan Celtic tanpa tujuh pemain inti yang masih terlibat Piala Dunia 2026.
- Pelatih Ruben Amorim meracik formasi 3-4-3 dengan perpaduan pemain senior seperti Tomori dan Loftus-Cheek serta talenta muda seperti Ossola dan Kostic.
- Laga ini menjadi ajang evaluasi kedalaman skuad Milan jelang Serie A, sekaligus memberi gambaran dampak turnamen global terhadap jadwal klub-klub Eropa.

AC Milan memulai rangkaian uji coba pramusim mereka dengan menghadapi Celtic di Celtic Park, Glasgow, Sabtu (15/7) sore waktu setempat. Namun, laga ini tidak akan dimeriahkan oleh sederet pilar utama Rossoneri yang masih menjalani kewajiban membela negara di Piala Dunia 2026.
Pelatih Ruben Amorim mengonfirmasi susunan pemain yang jauh dari kata ideal. Nama-nama seperti Mike Maignan, Adrien Rabiot, Luka Modric, Rafael Leao, dan Christian Pulisic absen karena masih berjuang di turnamen antarnegara yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada itu. Kondisi ini membuat Milan berada dalam fase persiapan yang berbeda dengan Celtic. Klub asal Skotlandia itu sudah memasuki akhir pramusim dan akan segera memulai Scottish Premiership, sementara Milan masih memiliki waktu hampir sebulan sebelum Serie A bergulir.
Amorim memanfaatkan situasi ini untuk merotasi skuad. Formasi 3-4-3 dipasang dengan lini belakang yang diisi Fikayo Tomori, Matteo Gabbia, dan Strahinja Pavlovic โ tiga nama yang relatif berpengalaman. Di lini tengah, gelandang muda Christian Comotto yang baru berusia 19 tahun mendapat kepercayaan mendampingi Samuele Ricci. Sementara di depan, Ruben Loftus-Cheek menjadi motor serangan bersama dua pemain muda, Lorenzo Ossola (19 tahun) dan Andrej Kostic (19 tahun).
Bagi penggemar sepak bola Indonesia yang mayoritas menggemari Serie A, laga ini menjadi pengingat bahwa turnamen global seperti Piala Dunia memiliki efek domino terhadap klub-klub Eropa. Milan, sebagai salah satu klub dengan basis penggemar besar di Indonesia, harus pintar mengatur rotasi agar performa tetap terjaga meski tanpa pemain bintang. Kehadiran pemain muda seperti Comotto dan Ossola juga menjadi daya tarik tersendiri โ mampukah mereka merebut tempat di skuad utama musim depan?
Di sisi lain, Celtic turun dengan kekuatan penuh. Brendan Rodgers memasang formasi 4-3-3 dengan kiper Sinisalo, lini belakang diisi Donovan, Carter-Vickers, Murray, dan Tierney. Lini tengah diperkuat McGregor, Engels, dan McCowan, sementara trisula depan ditempati Forrest, Duran, serta Tounekti. Dengan kesiapan yang lebih matang, Celtic diprediksi menjadi lawan berat bagi Milan yang masih meraba-raba bentuk tim.
Pertandingan ini bukan sekadar uji coba biasa. Ia menjadi barometer pertama bagi Amorim dalam meramu strategi tanpa pemain pilarnya. Hasilnya nanti akan memberi gambaran apakah Milan mampu menjaga konsistensi meski digempur jadwal internasional. Pertanyaan besarnya: akankah pemain muda Milan mampu bersaing di level tertinggi, atau justru menjadi titik lemah yang dieksploitasi lawan?



