Rangnick Bangun 'Keluarga' Austria: Siap Kejutkan Dunia di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Austria lolos Piala Dunia 2026 setelah 28 tahun absen, dilatih Ralf Rangnick yang membangun identitas tim berbasis semangat kolektif.
- Rangnick menyebut timnya sebagai 'keluarga' dengan gaya bermain proaktif, dan menargetkan lolos dari grup berat yang berisi Argentina dan Yordania.
- Kehadiran David Alaba sebagai kapten dan pemain kunci diharapkan menjadi pembeda, setelah ia absen sebagai pemain di Euro 2024.
Untuk pertama kalinya dalam hampir tiga dekade, Austria akan kembali merumput di panggung Piala Dunia. Di bawah arahan Ralf Rangnick, skuad 'Das Team' tidak hanya berhasil merebut tiket ke Amerika Serikat, tetapi juga merevolusi cara mereka bermain dan dipandangโbaik di dalam maupun luar lapangan. Bagi Rangnick, pencapaian ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti lahirnya sebuah keluarga sepak bola yang siap mengejutkan dunia.
Pelatih berusia 67 tahun itu mengambil alih kursi kepelatihan Austria pada 2022 dan langsung menerapkan filosofi sepak bola progresif yang menjadi ciri khasnya. Hasilnya, Austria tampil agresif tanpa bola, berani menguasai permainan, dan yang terpenting, memiliki ikatan emosional yang kuat antar pemain. "Kami bukan sekadar kelompok dengan tujuan yang sama, kami benar-benar telah menjadi sebuah keluarga," ujar Rangnick dalam wawancara eksklusif dengan FIFA menjelang pengumuman skuad final Piala Dunia 2026.
Euforia ini tidak hanya dirasakan di ruang ganti. Ribuan suporter Austria membanjiri stadion di Siprus saat kualifikasi November lalu, menandakan bahwa tim ini telah merebut hati publik. Rangnick mengakui bahwa tekanan justru terasa lebih besar saat laga penentuan melawan Bosnia dan Herzegovina dibandingkan saat menghadapi turnamen nanti. "Kami sadar bahwa kebangkitan ini memberi energi bagi seluruh negeri," katanya.
Namun, tantangan berat sudah menanti. Austria tergabung di Grup yang menurut data Opta merupakan grup paling sulit di seluruh turnamen. Mereka harus berhadapan dengan juara bertahan Argentina, yang disebut Rangnick sebagai lawan terkuat dari Pot 1. Meski demikian, pelatih asal Jerman itu menegaskan bahwa laga pertama melawan Yordania bisa menjadi penentu. "Kami sangat bertekad untuk lolos ke babak 32 besar," tegasnya.
Salah satu aset paling berharga Austria adalah David Alaba. Pemain yang kini membela Real Madrid itu disebut Rangnick sebagai 'hadiah' bagi tim mana pun. Perannya melampaui sekadar pemain; kata-katanya berbobot, dan ia sangat dihormati. Di Euro 2024, Alaba hanya menjadi kapten non-bermain karena cedera. Kini, kehadirannya di lapangan diharapkan menjadi pembeda. "Akan sangat besar artinya jika ia bisa bermain, bukan hanya menjadi kapten di luar lapangan," ujar Rangnick.
Rangnick juga menyoroti pentingnya faktor kejutan. Ia ingin Austria tampil sebagai tim yang tidak terduga, seperti yang mereka lakukan di Euro 2024 saat keluar dari grup neraka berisi Prancis, Belanda, dan Polandia. Pelajaran dari kekalahan di babak 16 besar melawan Turki menjadi bahan evaluasi utama. "Kami ingin menunjukkan wajah kamiโdalam cara bermain, semangat tim, dan nilai-nilai pemain. Penonton harus bisa merasakannya sejak menit pertama," pungkasnya.
Bagi Indonesia, perjalanan Austria ini bisa menjadi inspirasi tentang bagaimana transformasi budaya tim dan filosofi yang jelas mampu mengangkat performa sebuah negara yang bukan unggulan. Dengan basis suporter yang fanatik dan pendekatan modern, Austria membuktikan bahwa Piala Dunia bukan hanya milik raksasa tradisional. Akankah 'keluarga' Rangnick mampu melangkah lebih jauh dari sekadar menjadi cerita sampingan? Jawabannya akan dimulai di San Francisco, Kansas, dan Dallas pada musim panas 2026.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5455408/original/043679100_1766653218-Rayco_Rodriguez-4.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/7853796/original/052894400_1780677622-20260605AA_Timnas_Indonesia_vs_Oman-1.JPG.jpeg)
