Dicoret dari Piala Dunia 2026, Eduardo Camavinga Pilih Kuliah di Harvard
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Real Madrid Eduardo Camavinga mengikuti kursus singkat di Harvard Business School setelah tidak masuk skuad Prancis untuk Piala Dunia 2026.
- Pelatih Didier Deschamps mengakui persaingan ketat di lini tengah Les Bleus menjadi alasan utama pencoretan Camavinga, meski potensinya tidak diragukan.
- Keputusan ini membuka diskusi tentang pentingnya persiapan karier di luar lapangan bagi pesepakbola profesional, relevan bagi atlet Indonesia yang mulai merambah bisnis.

Eduardo Camavinga, gelandang Real Madrid berusia 23 tahun, memilih mengikuti kursus bisnis di Harvard Business School setelah namanya tidak masuk dalam skuad timnas Prancis untuk Piala Dunia 2026. Keputusan mengejutkan ini diumumkan melalui unggahan media sosial sang pemain yang memperlihatkan sertifikat penyelesaian program singkat bertajuk "Business of Entertainment, Media, and Sports".
Camavinga, yang menjadi bagian dari tim Prancis saat runner-up Piala Dunia 2022, harus menerima kenyataan pahit ketika pelatih Didier Deschamps mengumumkan skuad final untuk turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Dalam konferensi pers, Deschamps secara terbuka menjelaskan bahwa persaingan di lini tengah Les Bleus sangat ketat, dan performa Camavinga musim ini—ditambah cedera—menjadi pertimbangan utama.
"Musimnya, tentu saja. Beberapa cedera juga. Dan persaingan yang sangat, sangat ketat. Saya tidak mempertanyakan potensinya atau kemampuannya. Tapi dia berhak marah kepada saya, saya mengerti itu," ujar Deschamps, yang pernah membawa Prancis juara dunia sebagai pemain dan pelatih.
Camavinga bukanlah pesepakbola pertama yang memanfaatkan masa jeda untuk mengasah kemampuan di luar lapangan. Fenomena ini semakin umum di kalangan atlet top dunia yang mulai memikirkan masa depan setelah pensiun. Di Indonesia, tren serupa mulai terlihat—beberapa pemain timnas seperti Andritany Ardhiyasa dan Evan Dimas telah merintis bisnis di luar sepakbola. Langkah Camavinga bisa menjadi contoh bahwa persiapan karier jangka panjang tak kalah penting dari prestasi di lapangan.
Keputusan Deschamps meninggalkan Camavinga juga menyoroti kedalaman skuad Prancis yang luar biasa. Dengan nama-nama seperti Kylian Mbappe, Aurelien Tchouameni, dan Adrien Rabiot, lini tengah Prancis menjadi salah satu yang paling kompetitif di dunia. Prancis akan memulai perjuangan mereka di Piala Dunia 2026 melawan Senegal pada 16 Juni mendatang.
Camavinga sendiri menulis di media sosial, "Beberapa hari untuk belajar, mendengarkan, dan bertumbuh. Bersyukur atas pengalaman di Harvard Business School." Unggahan itu mendapat komentar dari rekan setimnya di Real Madrid, Vinicius Junior, yang menunjukkan dukungan. Dengan dua gelar Liga Champions dan dua gelar La Liga di usianya yang masih muda, masa depan Camavinga di level klub tetap cerah. Namun, pertanyaan besar kini menggantung: akankah ia kembali ke skuad Prancis untuk turnamen besar berikutnya, atau justru semakin serius menekuni dunia bisnis?


