Mathew Baker Catat Sejarah Debut Termuda Timnas Indonesia, Nomor Punggung 4 Jadi Simbol Kepercayaan
Baca dalam 60 detik
- Mathew Baker menjadi pemain termuda yang debut di Timnas Indonesia senior pada usia 17 tahun 23 hari dalam laga melawan Oman.
- Nomor punggung 4 yang identik dengan Jordi Amat diberikan kepada Baker, menandakan kepercayaan pelatih John Herdman.
- Baker mengaku pengalaman pertamanya bersama Garuda memberinya pelajaran berharga dan kebanggaan emosional.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/7853796/original/052894400_1780677622-20260605AA_Timnas_Indonesia_vs_Oman-1.JPG.jpeg)
Mathew Baker resmi mencatatkan namanya dalam buku sejarah sepak bola Indonesia setelah menjalani debut bersama Timnas Indonesia senior pada usia 17 tahun 23 hari, Jumat (5/6/2026) malam. Pemain muda keturunan Inggris itu turun sebagai pemain pengganti dalam laga persahabatan melawan Oman di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, dan langsung mendapatkan nomor punggung yang sarat makna: nomor 4.
Nomor punggung 4 di Timnas Indonesia selama ini identik dengan Jordi Amat, bek naturalisasi yang hampir selalu menjadi pilihan utama di lini belakang. Namun, karena Amat tengah dipersiapkan untuk Piala AFF 2026 dan absen pada FIFA Matchday Juni ini, pelatih John Herdman memberikan kesempatan kepada Baker untuk menggunakan nomor tersebut. Baker pun mengaku bangga dan merasa dipercaya. "Bisa menggunakan nomor punggung yang kecil itu menyenangkan. Menurut saya itu menunjukkan betapa pelatih memberikan saya kepercayaan diri," ujarnya.
Keputusan Herdman memanggil Baker ke skuad senior bukan tanpa alasan. Sumardji, salah satu ofisial tim, menjelaskan bahwa Baker dipanggil untuk memperkuat mentalnya, sementara pemain lain seperti Mees Hilgers hanya menjalani pemulihan cedera. Langkah ini dinilai sebagai investasi jangka panjang bagi regenerasi pemain Garuda. Baker sendiri mengaku banyak belajar dari sesi latihan bersama para pemain senior. "Kualitas tim ini sungguh luar biasa. Tingkat latihan yang diterapkan para pemain sungguh di luar dugaan. Saya sudah belajar banyak selama beberapa hari ini," tambahnya.
Fenomena nomor punggung kecil di Timnas Indonesia memang kerap menjadi simbol status. Sebelumnya, Jay Idzes yang biasa menggunakan nomor 4 di klubnya harus rela beralih ke nomor 3 karena Amat lebih dulu menguasai nomor tersebut. Kini, Baker yang masih berusia belia justru mendapat kehormatan serupa. Hal ini menunjukkan bahwa Herdman tidak ragu memberikan kepercayaan kepada pemain muda, sekaligus menjadi sinyal bahwa regenerasi di lini belakang sedang berlangsung.
Baker mengaku momen ketika menyanyikan lagu kebangsaan "Tanah Airku" sebelum pertandingan menjadi pengalaman yang sangat emosional. "Rasanya ketika saya masuk sebagai pemain pengganti hari ini sungguh tidak bisa dijelaskan. Bahkan, sekarang rasanya seperti baru mulai meresap. Saya rasa Anda bisa melihat saat kami menyanyikan Tanah Airku, seolah-olah semua emosi saya meluap," tandasnya. Pernyataan itu menggambarkan betapa besarnya arti debut ini bagi pemain yang baru pertama kali membela Indonesia di level senior.
Dengan debut ini, Baker tidak hanya mencatat rekor termuda, tetapi juga membuka peluang bagi pemain diaspora muda lainnya untuk mengikuti jejaknya. Pertanyaan selanjutnya adalah apakah Baker akan konsisten dipanggil ke skuad senior di masa depan, atau justru akan lebih banyak bermain di kelompok umur? Keputusan Herdman dalam beberapa laga ke depan akan menjadi jawabannya.



