Biji Pohon Pinus Ajaib Jepang yang Selamat dari Tsunami 2011 Akan Disimpan di Bank Benih Inggris
Baca dalam 60 detik
- Biji dari klon pohon pinus yang selamat dari tsunami 2011 di Rikuzentakata akan dikirim ke Millennium Seed Bank di Inggris sebagai simbol ketahanan.
- Sumitomo Forestry mendonasikan biji tersebut setelah bertahun-tahun berupaya membudidayakan pohon pengganti melalui okulasi dan bibit.
- Kedutaan Besar Inggris berharap donasi ini memperkuat hubungan bilateral dan menjadi ikon pemulihan pascabencana.

Biji dari pohon pinus klon yang menjadi simbol pemulihan pascatsunami 2011 di Jepang akan segera disimpan di salah satu bank benih terbesar dunia di Inggris. Langkah ini tidak hanya bernilai konservasi, tetapi juga menjadi pesan diplomasi tentang ketangguhan manusia menghadapi bencana.
Pohon yang dikenal sebagai "Kiseki no Ipponmatsu" atau "pinus ajaib" ini tumbuh sendirian di Kota Rikuzentakata, Prefektur Iwate, setelah tsunami dahsyat meluluhlantakkan kawasan tersebut pada Maret 2011. Meski air laut merendam dan angin garam merusak, pohon itu tetap bertahan selama beberapa tahun sebelum akhirnya mati karena kerusakan akar. Namun, semangatnya hidup kembali melalui klon yang berhasil dibudidayakan.
Sumitomo Forestry Co., perusahaan kehutanan Jepang, mendonasikan biji yang dipanen pada Oktober 2025 dari pohon klon berusia 14 tahun. Biji tersebut akan diterima oleh Royal Botanic Gardens, Kew, di London barat daya, yang juga mengelola Millennium Seed Bank—fasilitas penyimpanan benih tanaman langka dan penting dari seluruh dunia. Kedutaan Besar Inggris di Jepang menyatakan bahwa biji ini diharapkan menjadi simbol persahabatan dan semangat pantang menyerah.
Proses donasi ini tidaklah mudah. Ketua Sumitomo Forestry, Akira Ichikawa, mengakui bahwa jalan menuju donasi penuh rintangan, termasuk kematian bibit di awal percobaan. "Saya berharap donasi ini menjadi simbol persahabatan Jepang-Inggris dan semangat pemulihan," ujarnya. Duta Besar Inggris untuk Jepang, Julia Longbottom, menambahkan bahwa fasilitas Kew memainkan peran penting dalam perlindungan lingkungan dan penelitian ilmiah.
Bagi Indonesia, kisah ini relevan mengingat negeri ini juga rawan bencana alam seperti tsunami dan gempa. Upaya konservasi genetik tanaman ikonik pascabencana bisa menjadi inspirasi untuk menjaga warisan alam yang memiliki nilai historis dan emosional. Bank benih seperti Millennium Seed Bank juga menjadi contoh bagaimana kerja sama internasional dapat memperkuat ketahanan hayati global.
Setelah melalui prosedur karantina, biji diperkirakan tiba di Inggris pada musim panas 2026 atau setelahnya. Pohon klon lainnya telah ditanam di Rikuzentakata dan Kota Nagoya sebagai pengingat bahwa kehidupan bisa bangkit kembali dari reruntuhan. Pertanyaannya, apakah langkah serupa akan diadopsi oleh negara-negara rawan bencana lain untuk melestarikan simbol-simbol ketangguhan mereka?



