Badai Tropis Jangmi Lumpuhkan Tokyo: Ratusan Penerbangan Batal, Ribuan Rumah Padam
Baca dalam 60 detik
- Badai Tropis Jangmi membawa hujan deras dan risiko banjir ke wilayah Tokyo, menyebabkan lumpuhnya lalu lintas dan transportasi umum.
- Lebih dari 5.000 rumah kehilangan listrik, sementara peringatan banjir tertinggi dikeluarkan untuk sejumlah daerah di Jepang tengah dan timur.
- Curah hujan mencapai 50 cm dalam 24 jam di Owase, dan diperkirakan masih akan turun hingga 20 cm hingga Kamis pagi.

Badai Tropis Jangmi menerjang kawasan Tokyo pada Rabu (4/6) dengan curah hujan ekstrem yang memicu risiko banjir besar. Gangguan parah melanda ibu kota Jepang, mulai dari kelumpuhan lalu lintas jalan raya hingga pembatalan ratusan penerbangan dan penundaan layanan kereta api.
Menurut laporan Tokyo Electric Power Company Holdings, lebih dari 5.000 rumah tangga di kawasan metropolitan Tokyo mengalami pemadaman listrik. Warga di sekitar Sungai Zenpukuji, pusat kota Tokyo, diimbau untuk mengungsi setelah rekaman televisi menunjukkan air sungai yang keruh dan meluap hampir mencapai batas tanggul.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) mencatat bahwa Jangmi berada di timur Kota Shima pada pukul 10.00 waktu setempat, bergerak ke timur laut dengan kecepatan angin maksimum 90 km per jam. Sebelumnya, badai ini mendarat di Prefektur Wakayama dengan kekuatan topan (126 km/jam) sebelum melemah secara signifikan saat bergerak ke daratan.
JMA mengeluarkan peringatan banjir level tertinggi di sejumlah daerah di Jepang tengah dan timur, mendesak penduduk yang tinggal di sepanjang sungai dan daerah rawan untuk pindah ke tempat yang lebih tinggi. Kondisi ini mengingatkan pada bencana banjir besar yang melanda Jepang dalam beberapa tahun terakhir, termasuk banjir bandang di Kyushu pada 2020 yang menewaskan puluhan orang.
Bagi Indonesia, peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah memperingatkan potensi peningkatan intensitas siklon tropis di wilayah Indonesia, meskipun dampak langsung jarang terjadi. Namun, pola cuaca global seperti La Nina dapat memperkuat curah hujan di beberapa wilayah Indonesia, meningkatkan risiko banjir dan tanah longsor.
Jangmi diperkirakan masih mempertahankan kekuatan badai tropis sepanjang hari Rabu sebelum bergerak ke laut dan melemah. Pertanyaan yang kini mengemuka adalah seberapa cepat sistem peringatan dini dan infrastruktur perkotaan Tokyo mampu beradaptasi dengan frekuensi badai yang semakin tinggi, sebuah tantangan yang juga relevan bagi kota-kota besar di Asia Tenggara, termasuk Jakarta.



