Kiper Kejutan Piala Dunia Vozinha Sepakat Bergabung ke Colo Colo
Baca dalam 60 detik
- Penjaga gawang Cape Verde berusia 40 tahun, Vozinha, mencapai kesepakatan lisan dengan klub raksasa Chile, Colo Colo, untuk bergabung dalam waktu dekat.
- Penampilan heroik Vozinha bersama debutan Piala Dunia, termasuk menahan imbang Spanyol dan memaksa Argentina ke babak perpanjangan waktu, menjadi alasan utama transfer ini.
- Presiden Colo Colo mengakui nilai pemasaran dari perekrutan Vozinha, yang telah masuk dalam Tim Impian Piala Dunia versi penggemar FIFA.

Cape Verde mendapat sorotan global saat Piala Dunia lalu, dan salah satu pahlawannya, kiper Vozinha, kini bersiap melanjutkan karier di Amerika Selatan. Klub raksasa Chile, Colo Colo, mengumumkan telah mencapai kesepakatan dengan pemain berusia 40 tahun tersebut, yang akan terbang ke Santiago untuk menjalani tes medis dalam beberapa hari ke depan.
Presiden Colo Colo, Anibal Mosa, mengkonfirmasi kabar ini kepada wartawan menjelang laga liga melawan Deportes Limache. "Vozinha akan menjadi pemain Colo Colo. Dalam waktu dekat dia akan melakukan perjalanan ke Chile, menjalani pemeriksaan medis seperti biasa, dan kemudian diperkenalkan di Estadio Monumental," ujar Mosa. Meski kontrak belum diteken, klub sudah memberi kode di media sosial dengan gambar rambut ikal khas sang kiper.
Penampilan Vozinha di Piala Dunia menjadi daya tarik utama. Kiper yang sebelumnya membela Chaves di kasta kedua Portugal itu menjadi andalan Cape Verde yang tampil sebagai debutan. Ia berhasil menahan gempuran juara bertahan Spanyol hingga skor kacamata, serta memaksa runner-up Argentina bermain hingga perpanjangan waktu di babak 32 besar. Aksi gemilangnya membuatnya terpilih dalam Tim Impian Piala Dunia versi penggemar FIFA.
Mosa menyebut performa itu sudah cukup membuktikan kualitas Vozinha. Namun, ia juga tak menampik sisi komersial dari perekrutan ini. "Kami sadar bahwa namanya telah dikenal luas, dan itu tentu menjadi nilai tambah bagi klub," katanya. Vozinha yang berstatus bebas transfer setelah kontraknya di Chaves habis sebelum Piala Dunia, dianggap sebagai aset berharga meski usianya sudah kepala empat.
Bagi sepak bola Indonesia, kisah Vozinha bisa menjadi inspirasi. Ia membuktikan bahwa pemain dari negara kecil dengan sumber daya terbatas mampu bersinar di panggung terbesar, lalu mendapatkan kesempatan di klub bergengsi. Perjalanannya juga menegaskan bahwa usia bukanlah halangan jika performa masih terjaga. Transfer ini bisa menjadi contoh bagi pemain Indonesia yang bermimpi menembus klub-klub top Asia atau bahkan Amerika Latin.
"Vozinha akan menjadi pemain Colo Colo. Dalam waktu dekat dia akan melakukan perjalanan ke Chile, menjalani pemeriksaan medis seperti biasa, dan kemudian diperkenalkan di Estadio Monumental." - Anibal Mosa, Presiden Colo Colo
Setelah menjalani tes medis, Vozinha akan diperkenalkan secara resmi. Pertanyaan besarnya adalah apakah kiper veteran ini mampu mempertahankan performa puncaknya di usia 40 tahun dan bersaing di Liga Chile yang kompetitif? Colo Colo tampaknya percaya bahwa pengalaman dan mental juaranya akan menjadi aset besar, terutama di laga-laga penting. Jika berhasil, transfer ini tidak hanya akan menjadi cerita sukses pribadi Vozinha, tetapi juga bukti bahwa Piala Dunia bisa menjadi batu loncatan bagi pemain dari negara-negara kecil.



