Duel Saudara Doue di Piala Dunia 2026: Satu Darah, Dua Bendera
Baca dalam 60 detik
- Kakak-beradik Desire dan Guela Doue akan mewakili Prancis dan Pantai Gading di Piala Dunia 2026, setelah meniti karier dari klub yang sama.
- Keduanya memilih jalur berbeda di level internasional karena latar belakang orang tua, menciptakan potensi duel keluarga di panggung terbesar.
- Pertemuan mereka dalam laga uji coba pekan ini menjadi pemanasan sebelum kemungkinan bentrok di Amerika Utara tahun depan.
Kisah dua bersaudara yang memilih membela negara berbeda di Piala Dunia 2026 mulai terungkap. Desire dan Guela Doue, kakak-beradik asal Prancis yang memiliki darah Pantai Gading, akan saling berhadapan dalam laga persahabatan Kamis ini, sebelum masing-masing memperkuat tim nasional pilihan mereka di turnamen empat tahunan tersebut.
Perjalanan mereka dimulai dari tempat yang sama: klub Rennes. Saat itu Desire baru berusia lima tahun, bermain keepy-uppies di pinggir lapangan saat Guela menjalani trial. Pelatih Rennes langsung merekrut keduanya. Tak ada yang menyangka bahwa momen kecil itu menjadi awal dari karier gemilang. Desire menembus tim utama Rennes pada Agustus 2022, disusul Guela setahun kemudian. Keduanya lalu pindah klub pada musim panas 2024: Guela ke Strasbourg, Desire ke Paris Saint-Germain.
Perbedaan pilihan internasional mereka tak lepas dari latar belakang keluarga. Ibu mereka orang Prancis, ayah dari Pantai Gading. Guela, yang lebih tua, memilih membela Pantai Gading sejak debut Maret 2024. Sementara Desire, setelah enam caps bersama Prancis, masuk dalam skuad 26 pemain Didier Deschamps untuk Piala Dunia 2026. โKami seperti kembar,โ kata Desire kepada Tรฉlรฉfoot. โTak ada rahasia di antara kami.โ
Di level klub, Guela telah menjadi salah satu bek kanan terbaik Ligue 1. Ia bahkan beberapa kali memakai ban kapten Strasbourg musim lalu, saat timnya melaju ke semifinal Liga Konferensi UEFA. Adapun Desire menjadi andalan PSG yang meraih dua gelar Liga Champions UEFA berturut-turut. Pada final 2025, ia mencetak dua gol dan satu assist dalam kemenangan 5-0 atas Inter Milan. Penampilannya di Piala Dunia Antarklub FIFA juga membuatnya meraih penghargaan Pemain Muda Terbaik.
Piala Dunia 2026 menjadi panggung pertama bagi keduanya. Prancis, dengan kekuatan lini depan seperti Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan Michael Olise, diunggulkan. Sementara Pantai Gading, diperkuat Amad Diallo, Yan Diomande, dan Nicolas Pepe, berpotensi menjadi kuda hitam. Bagi Indonesia, kisah Doue bersaudara mengingatkan pada fenomena pemain diaspora yang memilih negara asal orang tua. Di Asia Tenggara, banyak pemain keturunan yang menghadapi dilema serupa, seperti yang terjadi di Timnas Indonesia dengan pemain naturalisasi.
Jika keduanya bertemu di Amerika Utara tahun depan, bukan sekadar pertandingan biasa. Ini akan menjadi uji loyalitas keluarga, di mana satu darah harus memilih bendera. Seperti kata Guela, โSaya membuka jalan, adik saya mengikuti. Kami ingin menunjukkan siapa keluarga Doue.โ Kini, jalan itu bercabang, dan panggung terbesar sepak bola menanti.


