Keputusan Kontroversial Wasit Warnai Kemenangan Turki atas Irlandia Utara
Baca dalam 60 detik
- Wasit hanya memberikan kartu kuning kepada pemain Turki yang melakukan handball di garis gawang, padahal seharusnya kartu merah.
- Pemain yang sama kemudian mencetak gol kemenangan, memicu kemarahan mantan kapten Irlandia Utara.
- Kemenangan ini membawa Turki ke posisi kedua grup dan menjaga asa lolos ke Piala Dunia.

Keputusan kontroversial wasit asal Perancis, Alexandra Collin, mewarnai laga kualifikasi Piala Dunia Wanita antara Turki dan Irlandia Utara, Selasa (25/2/2025). Striker Turki, Busem Seker, hanya diganjar kartu kuning setelah dengan sengaja menghalau bola dengan tangan di garis gawang, padahal insiden itu jelas-jelas menghalangi gol pasti lawan. Seker kemudian menjadi pahlawan dengan mencetak gol kemenangan pada babak kedua.
Pertandingan yang berlangsung di Istanbul itu sempat berjalan hambar hingga menit-menit akhir babak pertama. Saat Irlandia Utara tertinggal 1-0, tendangan Fi Morgan mengarah tepat ke gawang, namun Seker yang berdiri di garis gawang menggunakan tangannya untuk menghalau bola. Wasit Collin tanpa ragu menunjuk titik putih, namun kejutan terjadi ketika ia hanya mengeluarkan kartu kuning, bukan merah seperti yang diharapkan tim tamu.
Mantan kapten Irlandia Utara, Marissa Callaghan, yang saat itu bertindak sebagai komentator, meluapkan kemarahannya. "Dia pasti harus diusir. Itu handball yang jelas, dia seperti menjadi kiper dadakan. Kartu kuning? Gila!" ujar Callaghan di BBC iPlayer. Kekesalan Callaghan semakin menjadi ketika Seker, yang seharusnya sudah keluar lapangan, justru mencetak gol sundulan pada awal babak kedua yang memastikan kemenangan Turki 2-1.
Usai pertandingan, Seker memberikan pembelaan. Striker Fenerbahce itu mengaku kehilangan keseimbangan sebelum insiden handball terjadi. "Saya merasa ada yang menyentuh saya, lalu saya jatuh secara refleks. Saya belum menonton rekamannya, tapi saya akan lihat nanti," katanya. Ia juga memuji respons timnya setelah kebobolan penalti yang dieksekusi Megan Bell. "Kami tetap tenang dan percaya bisa mencetak gol kedua. Akhirnya kami pulang dengan tiga poin," tambahnya.
Keputusan wasit ini memicu perdebatan tentang konsistensi penerapan aturan handball dan penggunaan VAR di kualifikasi Piala Dunia Wanita. Bagi Irlandia Utara, hasil ini menjadi pukulan telak karena mereka kehilangan poin penting akibat keputusan yang dinilai keliru. Sementara itu, Turki kini menjaga asa lolos ke putaran final, meski selisih gol yang jauh dengan Swiss membuat tugas mereka berat di laga pamungkas.
Ke depannya, Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) mungkin perlu meninjau kembali penggunaan teknologi atau mempertegas sanksi bagi handball yang jelas-jelas menghalangi gol. Tanpa langkah konkret, kontroversi serupa berpotensi terus terulang dan merusak sportivitas pertandingan.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8080345/original/052219600_1780926306-20260608AA_PMPC_Timnas_Indonesia-5.jpg)
