Pukulan Telak Jerman: Bintang Muda Lennart Karl Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Lennart Karl, penyerang muda Jerman berusia 18 tahun, mengalami cedera paha saat latihan terakhir sebelum laga uji coba melawan AS.
- Pelatih Julian Nagelsmann menyebut kehilangan Karl sebagai pukulan berat, namun optimistis penggantinya, Assan Ouedraogo, bisa tampil maksimal.
- Jerman akan memulai perjuangan di Grup E melawan Curacao pada 14 Juni, diikuti laga melawan Pantai Gading dan Ekuador.

Tim nasional Jerman harus merelakan kepergian salah satu talenta mudanya yang paling bersinar, Lennart Karl, dari skuad Piala Dunia 2026. Pemain sayap Bayern Munich berusia 18 tahun itu dipastikan absen setelah mengalami cedera paha pada sesi latihan terakhir menjelang laga uji coba melawan tuan rumah Amerika Serikat.
Cedera yang dialami Karl terjadi saat sesi latihan penuh intensitas, hanya beberapa jam sebelum tim bertolak ke stadion. Padahal, Karl baru saja tampil gemilang dalam laga persahabatan melawan Finlandia pekan lalu, di mana ia mencetak satu assist dalam kemenangan 4-0 Jerman. Penampilannya yang eksplosif dan gaya bermain yang disebut-sebut mirip Lionel Messi membuatnya menjadi sorotan utama di Bundesliga musim lalu, sekaligus membawa Bayern meraih gelar juara.
Pelatih Julian Nagelsmann tidak menyembunyikan kekecewaannya. โSaya merasa sangat sedih untuk Lenny. Ini kejutan besar baginya dan kami semua. Dia masih muda dan masih punya banyak turnamen di depannya, tapi kami sangat ingin membawanya ke tim,โ ujar Nagelsmann dalam konferensi pers. Sebagai gantinya, Nagelsmann memanggil Assan Ouedraogo dari RB Leipzig, yang dinilai memiliki potensi setara dengan Karl. โDia juga sangat berbakat, dan kami berharap dia bermain dengan berani dan bebas,โ tambahnya.
Keputusan cepat diambil oleh federasi sepak bola Jerman (DFB) untuk mengganti Karl, mengingat batas waktu pendaftaran pemain sudah dekat. Ouedraogo, yang juga berusia 18 tahun, telah menunjukkan performa impresif di klubnya musim ini dan dianggap sebagai salah satu prospek terbaik Jerman. Namun, kehilangan Karl tetap menjadi pukulan telak, terutama karena ia sudah menjadi bagian penting dari rencana taktik Nagelsmann di sisi sayap.
Laga uji coba melawan AS menjadi ajang terakhir Jerman untuk mengasah strategi sebelum turnamen dimulai. Nagelsmann dijadwalkan menurunkan Ouedraogo sejak awal untuk melihat kesiapan pemain tersebut. Pertandingan pembuka Jerman di Piala Dunia akan berlangsung pada 14 Juni melawan Curacao, disusul laga melawan Pantai Gading pada 20 Juni dan Ekuador pada 25 Juni. Grup E dianggap cukup berat, terutama dengan kehadiran Pantai Gading yang diperkuat banyak pemain berpengalaman.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kehilangan Karl menjadi pengingat betapa rentannya pemain muda terhadap cedera di momen krusial. Meski tidak ada pemain Indonesia yang terlibat langsung, turnamen ini tetap menarik perhatian karena jadwal pertandingan yang bersahabat dengan waktu Indonesia. Selain itu, beberapa pemain keturunan Indonesia di Eropa mungkin akan menjadi sorotan jika tampil di Piala Dunia, meski tidak ada dalam skuad Jerman saat ini.
Ke depan, Jerman harus membuktikan bahwa mereka tetap kompetitif tanpa Karl. Nagelsmann mengandalkan kedalaman skuad yang dimiliki, termasuk pemain seperti Jamal Musiala dan Kai Havertz yang sudah malang melintang di level internasional. Pertanyaan besarnya: mampukah Ouedraogo mengisi kekosongan yang ditinggalkan Karl, atau justru cedera ini menjadi batu loncatan bagi pemain lain untuk bersinar?



