Asing Jual BBCA Rp11,9 Triliun Sejak Awal 2026, Saham Anjlok
Baca dalam 60 detik
- **Jakarta -** Aksi jual investor asing terhadap saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terus berlanjut sejak awal tahun 2026. Berdasarkan data perdagangan periode 2 Januari hingga 26 Mei 2026, tercatat broker ZP menjadi penampung distribusi asing terbesar dengan nilai jual mencapai Rp11,9 triliun.
- Tekanan jual tidak hanya berasal dari satu broker. Data Stockbit menunjukkan, broker AK turut melepas saham BBCA senilai Rp5,8 triliun, diikuti broker KZ sebesar Rp4 triliun. Broker YU mencatatkan distribusi Rp3,2 triliun, sementara broker RX melepas Rp1,9 triliun. Dua broker lainnya, BK dan BB, masing-masing membukukan aksi jual Rp981,5 miliar dan Rp979 miliar.
- Besarnya tekanan asing tersebut berimbas langsung pada harga saham BBCA. Secara year to date (YTD), saham emiten perbankan berkapitalisasi jumbo ini anjlok hingga 26,01 persen. Pada perdagangan Selasa, 26 Mei 2026, BBCA ditutup melemah 2,05 persen ke level Rp5.975 per saham.

**Jakarta -** Aksi jual investor asing terhadap saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terus berlanjut sejak awal tahun 2026. Berdasarkan data perdagangan periode 2 Januari hingga 26 Mei 2026, tercatat broker ZP menjadi penampung distribusi asing terbesar dengan nilai jual mencapai Rp11,9 triliun.
Tekanan jual tidak hanya berasal dari satu broker. Data Stockbit menunjukkan, broker AK turut melepas saham BBCA senilai Rp5,8 triliun, diikuti broker KZ sebesar Rp4 triliun. Broker YU mencatatkan distribusi Rp3,2 triliun, sementara broker RX melepas Rp1,9 triliun. Dua broker lainnya, BK dan BB, masing-masing membukukan aksi jual Rp981,5 miliar dan Rp979 miliar.
Besarnya tekanan asing tersebut berimbas langsung pada harga saham BBCA. Secara year to date (YTD), saham emiten perbankan berkapitalisasi jumbo ini anjlok hingga 26,01 persen. Pada perdagangan Selasa, 26 Mei 2026, BBCA ditutup melemah 2,05 persen ke level Rp5.975 per saham.
Kinerja saham BBCA dalam jangka menengah juga tertekan. Dalam tiga bulan terakhir, saham ini turun 16,72 persen, sedangkan dalam enam bulan terkoreksi 28,23 persen. Secara tahunan, BBCA telah melemah hingga 36,77 persen. Bahkan dalam tiga tahun terakhir, saham ini terkoreksi 34,70 persen.
Meski demikian, mayoritas analis di Stockbit masih mempertahankan pandangan positif terhadap BBCA. Dari konsensus 37 analis, sebanyak 35 analis memberikan rekomendasi *buy* dan dua analis merekomendasikan *hold*, tanpa ada rekomendasi *sell*. Target harga rata-rata analis untuk saham BBCA berada di level Rp8.840 per saham, dengan estimasi tertinggi mencapai Rp10.900.
Dengan posisi harga saat ini di Rp5.975, saham BBCA dinilai masih memiliki ruang kenaikan apabila tekanan pasar mulai mereda dan aliran dana asing kembali stabil. Dalam jangka panjang, BBCA tercatat masih menguat 129,81 persen dalam periode 10 tahun terakhir.



