Job Fair di Johor Baru: Peluang Karier Lintas Sektor dan Daya Tarik Industri Data Center
Baca dalam 60 detik
- myStarjob Fair 2026 di Johor Baru diikuti 19 perusahaan dari sektor perbankan, otomotif, teknik, teknologi, dan data center, menawarkan berbagai posisi dari manajerial hingga fresh graduate.
- Lebih dari sekadar bursa kerja, acara ini menyediakan sesi pencocokan karier, seminar pembangunan karier, dan program magang, menyasar pencari kerja yang ingin memahami industri data center yang masih baru.
- Peserta seperti DayOne Data Centers dan Toyota Malaysia memanfaatkan acara ini untuk merekrut talenta, sementara banyak pencari kerja berharap dapat segera mengakhiri masa pengangguran di tengah persaingan yang meningkat.

Ribuan pencari kerja memadati Pusat Pameran Mid Valley Southkey di Johor Baru pada akhir pekan lalu untuk mengikuti myStarjob Fair 2026, sebuah ajang yang mempertemukan talenta dengan puluhan perusahaan dari Malaysia dan Singapura. Dengan 19 perusahaan peserta, bursa kerja dua hari ini menjadi barometer optimisme pasar tenaga kerja regional, terutama bagi lulusan baru dan pekerja yang ingin beralih ke sektor teknologi dan data center.
Acara yang berlangsung dari pukul 11.00 hingga 19.00 waktu setempat ini menghadirkan perusahaan-perusahaan dari industri perbankan, otomotif, teknik, dan teknologi. Tak hanya stan pameran, myStarjob Fair juga menggelar enam sesi pencocokan kerja, tujuh seminar bertema karier, empat undian berhadiah, dan tantangan pencarian karier. Seminar tersebut, menurut panitia, dirancang untuk membangun karier sekaligus memperkenalkan perusahaan, termasuk yang bergerak di bidang data center—sektor yang relatif baru bagi banyak pencari kerja.
Pameran ini menjadi magnet bagi lulusan baru seperti Naim Hakimi Nasruddin, 23 tahun, alumni Universitas Teknologi Malaysia. Ia datang setelah dijadwalkan wawancara dengan perusahaan asal Singapura untuk posisi program insinyur operasi. "Wawancara berjalan lancar, dan mereka mengatakan akan menghubungi saya dalam sepekan. Karena sudah di sini, saya memutuskan mengunjungi stan lain—ternyata banyak peluang menarik," ujarnya. Analis programmer Lim Wei Hao, 25 tahun, juga mengaku senang menghabiskan akhir pekannya untuk menjajaki peluang di stan perbankan dan penyedia layanan daring.
Di antara peserta yang menonjol adalah Toyota Malaysia, yang tidak hanya menawarkan posisi di sumber daya manusia, penjualan, dan teknologi informasi—dari level manajerial hingga lulusan baru—tetapi juga memberikan promosi potongan harga tunai untuk semua model mobil. DayOne Data Centers Malaysia, perusahaan infrastruktur digital yang baru pertama kali ikut serta, menarik perhatian karena industri data center masih asing bagi sebagian besar pengunjung. Manajer Akuisisi Talenta Karier Awal DayOne, Kenneth Lee, mencatat rasa ingin tahu yang tinggi dari pengunjung. "Banyak yang bertanya apa itu data center, peluang apa yang kami tawarkan, dan di mana lokasinya," katanya. DayOne membuka lowongan untuk posisi teknis dan korporat seperti teknik mesin dan listrik, manajemen fasilitas, keuangan, akuntansi, serta program magang dan trainee bagi mahasiswa.
Sementara itu, Perodua Sales Sdn Bhd melalui manajer outlet Johor Baru, Fadzly Helmy Hamdan, mengungkapkan antusiasme pengunjung yang ingin tahu lokasi penempatan kerja dan kemungkinan melamar di luar Johor. "Kami mendorong mereka untuk mengirimkan resume terlebih dahulu. Kami akan menghubungi kandidat yang lolos seleksi untuk wawancara," ujarnya. Perodua merekrut untuk posisi di departemen penjualan, servis, bodi dan cat, serta administrasi.
“Kami berharap lebih banyak orang datang dan bergabung dengan Perodua. Kami melihat antusiasme yang tinggi dari pengunjung yang ingin tahu posisi dan lokasi penempatan,” ujar Fadzly Helmy Hamdan, Manajer Outlet Perodua Sales Johor Baru.
Bagi Indonesia, fenomena job fair lintas negara seperti ini memberikan gambaran tentang dinamika pasar kerja di kawasan. Industri data center, yang berkembang pesat di Malaysia berkat investasi asing, kini mulai dilirik oleh tenaga kerja Indonesia yang memiliki keterampilan serupa. Dengan maraknya pembangunan pusat data di Batam, Jakarta, dan Jawa Timur, peluang kerja di sektor ini di Indonesia juga diprediksi meningkat. Namun, kesenjangan informasi dan kurangnya sosialisasi menjadi tantangan utama bagi pencari kerja di Tanah Air untuk memasuki industri yang masih tergolong baru ini.
Ke depan, myStarjob Fair tidak hanya menjadi ajang perekrutan tetapi juga cermin pergeseran preferensi karier generasi muda: dari sektor konvensional menuju ekonomi digital dan infrastruktur teknologi. Pertanyaannya, mampukah bursa kerja serupa di Indonesia mengadopsi model yang sama—dengan penekanan pada edukasi industri baru—untuk menjembatani kesenjangan talenta di era transformasi digital?



