Kebakaran Kemayoran: Ditpamobvit Polda Metro Jaya Salurkan 500 Paket Makanan untuk Pengungsi
Baca dalam 60 detik
- Ditpamobvit Polda Metro Jaya mendirikan dapur lapangan dan membagikan 500 boks makanan siap saji kepada korban kebakaran di Kemayoran.
- Sebanyak 32 personel dikerahkan untuk memasak langsung di lokasi pengungsian, memastikan makanan hangat dan layak konsumsi.
- Bantuan ini merupakan bagian dari respons cepat Polri terhadap bencana, dengan koordinasi bersama kelurahan setempat.
Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Metro Jaya mengerahkan dapur lapangan dan menyalurkan 500 paket makanan siap saji kepada warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran di kawasan Pasar H. Jiung, Kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Kamis (4/6/2026).
Kebakaran yang melanda permukiman padat penduduk itu memaksa ratusan warga mengungsi ke tenda-tenda darurat yang didirikan di lima titik. Dalam situasi darurat tersebut, Ditpamobvit bergerak cepat dengan mendirikan dapur lapangan di sekitar area terdampak. Seluruh makanan dimasak langsung di lokasi agar dapat segera diterima pengungsi dalam kondisi hangat dan layak konsumsi.
Direktur Pamobvit Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Joko Sulistio, menyatakan bahwa langkah ini merupakan wujud kepedulian institusi terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah. “Kami turut prihatin atas musibah kebakaran yang menimpa saudara-saudara kita di Kemayoran. Kehadiran Ditpamobvit dengan membawa dapur lapangan ini merupakan wujud bakti sosial untuk membantu meringankan beban warga,” ujarnya.
Operasi dapur lapangan melibatkan 32 personel yang dipimpin oleh Kasubdit Waster Ditpamobvit, AKBP Rusmiati Wahyu Lestari. Setibanya di lokasi sekitar pukul 12.30 WIB, tim segera berkoordinasi dengan pihak kelurahan untuk menentukan lokasi penempatan dapur. Proses persiapan dan pengolahan makanan berlangsung cepat, sehingga ratusan paket dapat didistribusikan dalam waktu singkat.
Distribusi makanan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Kombes Joko menambahkan, “Anggota kami memasak langsung di lapangan agar warga dapat menerima makanan dalam kondisi baik dan layak konsumsi.” Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para korban yang tengah berjuang memulihkan kehidupan pascabencana.
Kebakaran di Kemayoran menjadi pengingat akan kerentanan permukiman padat di Jakarta terhadap musibah serupa. Respons cepat dari aparat kepolisian, khususnya Ditpamobvit, menunjukkan kesiapsiagaan dalam penanganan bencana. Ke depan, koordinasi lintas instansi dan penyediaan logistik dasar bagi pengungsi perlu terus diperkuat, terutama mengingat musim kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran di wilayah ibu kota.



