Amorim Tahan Langkah Milan: Bek Kiri Estupinan Batal ke Aston Villa
Baca dalam 60 detik
- Pelatih anyar AC Milan, Ruben Amorim, meminta negosiasi transfer Pervis Estupinan ke Aston Villa ditunda demi evaluasi langsung.
- Estupinan yang diboyong โฌ19 juta musim lalu hanya tampil 19 kali di Serie A, kalah bersaing dari pemain muda Davide Bartesaghi.
- Jika dilepas, Milan mematok harga โฌ15-16 juta; keputusan final akan diambil setelah tur pramusim di Australia.

Ruben Amorim, pelatih baru AC Milan, mengambil kendali penuh atas masa depan skuadnya dengan meminta manajemen klub menunda negosiasi transfer Pervis Estupinan ke Aston Villa. Langkah ini mengisyaratkan bahwa sang pelatih ingin melihat langsung kemampuan bek kiri asal Ekuador itu sebelum memutuskan apakah ia layak dipertahankan untuk musim 2026-27.
Estupinan bergabung dengan Rossoneri pada bursa transfer musim panas lalu dengan biaya mencapai โฌ19 juta termasuk bonus. Namun, penampilannya di Serie A musim 2025-26 belum mampu memenuhi ekspektasi. Dari total 19 penampilan, pemain berusia 27 tahun itu kerap duduk di bangku cadangan, kalah bersaing dari Davide Bartesaghi yang baru berusia 20 tahun.
Ketidakpuasan ini memunculkan spekulasi kepergian Estupinan, dan Aston Villa disebut-sebut menjadi tujuan paling mungkin. Klub Premier League itu bersiap melepas Lucas Digne ke Paris Saint-Germain, sehingga membutuhkan pengganti di posisi bek kiri. Namun, Amorim yang baru diangkat pada Juni 2026 belum memberikan lampu hijau.
Menurut laporan Calciomercato.com pada Sabtu (25/7), Amorim secara pribadi meminta agar semua negosiasi dihentikan sementara. Sang pelatih ingin mengevaluasi Estupinan secara langsung dalam sesi latihan dan pertandingan pramusim. Saat ini, pemain bernomor punggung 3 itu telah kembali ke Milanello pada 24 Juli, tetapi tidak dimasukkan dalam skuad yang menghadapi Celtic dalam laga uji coba akhir pekan lalu.
Langkah evaluasi akan berlanjut saat Milan menjalani tur pramusim ke Australia. Estupinan dijadwalkan ikut serta, dan di sanalah Amorim berencana mengamati performanya lebih dekat. Keputusan akhirโapakah Estupinan tetap di San Siro atau dijualโakan bergantung pada hasil pengamatan tersebut. Jika Milan memutuskan melepasnya, mereka dilaporkan mematok banderol sekitar โฌ15-16 juta.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia yang mengikuti perkembangan Serie A, situasi ini menarik untuk dicermati. Keputusan Amorim menunjukkan pendekatan hati-hati ala pelatih Eropa dalam mengelola skuad, berbeda dengan gaya instan yang kerap terjadi di klub-klub Asia. Keputusan soal Estupinan juga bisa menjadi sinyal awal bagaimana Amorim membangun timnya di musim debutnya bersama Milan.
Ke depan, tekanan akan semakin besar jika Aston Villa mulai mendekati batas waktu bursa transfer. Pertanyaan yang muncul: apakah Amorim akan mempertahankan pemain yang belum terbukti konsisten, atau justru memanfaatkan dana segar untuk merekrut target baru? Jawabannya akan diketahui dalam beberapa pekan ke depan setelah tur Australia.



