Tim AS Optimistis di Portsmouth: Angin Kencang Bisa Ubah Peta Persaingan SailGP
Baca dalam 60 detik
- Tim AS SailGP bersiap menghadapi angin kencang di Portsmouth, yang diperkirakan menghasilkan balapan tercepat musim ini.
- Peringkat keempat klasemen, tim AS mengejar ketertinggalan dari Australia, Inggris, dan Spanyol menjelang grand final di Abu Dhabi.
- Kepercayaan diri nahkoda Taylor Canfield meningkat seiring pengalaman, membuka peluang tim AS finis lebih baik dari musim sebelumnya.

Skuad layar Amerika Serikat (AS) bersiap menghadapi balapan berkecepatan tinggi di perairan Portsmouth, Inggris, akhir pekan ini, memanfaatkan prakiraan angin kencang yang bisa mengubah peta persaingan di SailGP. CEO dan pemilik bersama Tim AS, Mike Buckley, menyebut balapan kali ini diprediksi menjadi yang tercepat musim ini.
Dalam wawancara video menjelang event di pesisir selatan Inggris itu, Buckley mengatakan bahwa angin kencang diperkirakan bertiup, menuntut kecepatan ekstra dari 13 kru yang berlaga di Solent. Prakiraan dari kepala meteorolog SailGP, Chris Bedford, menyebut angin barat daya sedang hingga segar akan mewarnai lintasan, dengan permukaan air relatif datar meski ada arusโkondisi ideal untuk adu kecepatan.
Tim AS saat ini menempati peringkat keempat klasemen, tertinggal tipis dari juara sebelumnya, Inggris dan Spanyol. Australia masih kokoh di puncak sementara seri menuju grand final yang dijadwalkan pada akhir November di Abu Dhabi. "Fokus kami sepenuhnya pada Portsmouth," tegas Buckley, seraya menyebut pelabuhan itu sebagai salah satu persinggahan terbaik di sirkuit global SailGP, tempat semua kru menggunakan katamaran terbang (foiling catamaran) sepanjang 50 kaki yang identik.
Performa tim AS mulai menunjukkan grafik naik setelah meraih kemenangan perdana di Sydney awal tahun ini di bawah kendali Taylor Canfield. Sebelumnya, di musim 2025 mereka menjadi juru kunci, dan pada musim sebelumnya finis kedelapan. Buckley menilai kepercayaan diri Canfield tumbuh seiring jam terbang, tercermin dari cara nahkoda itu mengemudikan F50 mereka. "Persiapan sejati melahirkan kepercayaan diri sejati. Dia tahu dia layak karena sudah bekerja keras," ungkap Buckley.
Bagi Indonesia, perkembangan SailGP tidak sekadar tontonan. Ajang ini menjadi tolok ukur bagaimana teknologi kapal layar cepat bisa dikembangkan di perairan tropis. Dengan potensi angin muson yang kencang, Indonesia sejatinya memiliki peluang untuk menjadi tuan rumah seri SailGP di masa depan, sekaligus mendorong industri pariwisata dan olahraga air nasional. Meski begitu, dibutuhkan investasi infrastruktur dan pembinaan atlet yang konsisten untuk bisa bersaing di level tertinggi seperti tim AS.
Momentum tim AS ini menarik untuk diikuti, terutama menjelang grand final yang akan mempertemukan mereka dengan angin ringan khas Abu Dhabiโkondisi yang selama ini menjadi kekuatan mereka. Bisakah Canfield dan krunya mempertahankan kepercayaan diri baru ini dan merebut gelar? Atau justru angin kencang Portsmouth akan menjadi batu sandungan? Balapan akhir pekan ini akan memberikan jawaban awal.



