Dokumen Mandelson Ungkap Kritik Tajam ke Kepemimpinan Starme
Baca dalam 60 detik
- Ribuan halaman dokumen yang dirilis pemerintah Inggris mengungkap kritik pedas Lord Peter Mandelson terhadap Perdana Menteri Keir Starmer, termasuk penilaian bahwa kepemimpinan perdana menteri "kurang greget" atau *lacks verve*. Dokumen yang dijuluki "Mandelson Files" itu juga memuat pesan-pesan pribadi antara Mandelson dan sejumlah menteri yang menunjukkan ketidakpuasan di internal Partai Buruh.
- Dilansir BBC, Selasa (11/3/2025), dokumen setebal 1.500 halaman tersebut tidak berisi "senjata api" atau bukti skandal besar. Namun, The i Paper menulis bahwa dokumen itu "menunjukkan betapa cepatnya sekutu utama Sir Keir Starmer kehilangan kepercayaan pada kemampuannya memimpin pemerintahan." Otoritas perdana menteri disebut "runtuh".
- Salah satu sorotan adalah upaya Mandelson untuk menjadi duta besar Inggris untuk Amerika Serikat. The Metro melaporkan bahwa Mandelson membujuk Menteri Luar Negeri David Lammy dengan janji, "Saya akan memastikan Anda tidak akan pernah menyesalinya," jika ia diangkat ke posisi tersebut. Tawaran itu akhirnya gagal.

Ribuan halaman dokumen yang dirilis pemerintah Inggris mengungkap kritik pedas Lord Peter Mandelson terhadap Perdana Menteri Keir Starmer, termasuk penilaian bahwa kepemimpinan perdana menteri "kurang greget" atau *lacks verve*. Dokumen yang dijuluki "Mandelson Files" itu juga memuat pesan-pesan pribadi antara Mandelson dan sejumlah menteri yang menunjukkan ketidakpuasan di internal Partai Buruh.
Dilansir BBC, Selasa (11/3/2025), dokumen setebal 1.500 halaman tersebut tidak berisi "senjata api" atau bukti skandal besar. Namun, The i Paper menulis bahwa dokumen itu "menunjukkan betapa cepatnya sekutu utama Sir Keir Starmer kehilangan kepercayaan pada kemampuannya memimpin pemerintahan." Otoritas perdana menteri disebut "runtuh".
Salah satu sorotan adalah upaya Mandelson untuk menjadi duta besar Inggris untuk Amerika Serikat. The Metro melaporkan bahwa Mandelson membujuk Menteri Luar Negeri David Lammy dengan janji, "Saya akan memastikan Anda tidak akan pernah menyesalinya," jika ia diangkat ke posisi tersebut. Tawaran itu akhirnya gagal.
The Guardian menyoroti fakta bahwa Mandelson "menerima pengarahan keamanan sensitif tentang pekerjaan Kantor Luar Negeri dan berdiskusi dengan kepala MI6 sebelum ia menyelesaikan proses *developed vetting* (pemeriksaan keamanan tingkat tinggi)." Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang prosedur keamanan.
Kritik paling tajam datang dari Menteri Pekerjaan dan Pensiun Pat McFadden. Dalam pesan yang dikutip The Daily Telegraph, McFadden mengeluhkan tekanan dari kader Partai Buruh di parlemen. "Setiap pertemuan yang saya hadiri adalah: Siapa yang bisa kita pajak untuk membayar tunjangan kepada orang lain? Mereka mengajukan pertanyaan yang salah," kata McFadden.
Pernyataan McFadden itu langsung dimanfaatkan oleh pemimpin Partai Konservatif, Kemi Badenoch. The Sun melaporkan Badenoch menjuluki Partai Buruh sebagai "partai kesejahteraan" atau *the welfare party*, merujuk pada kecenderungan partai pemerintah yang dianggap terlalu fokus pada kebijakan tunjangan sosial.
The Daily Mirror menyebut pesan-pesan Mandelson sebagai "pengkhianatan luar biasa di belakang Keir Starmer." Sementara The Independent melaporkan bahwa dokumen tersebut mengungkap mantan anggota majelis tinggi (peer) Partai Buruh itu menilai kepemimpinan Starmer "tidak memiliki semangat."
Dokumen ini dirilis di tengah tekanan yang dihadapi pemerintahan Starmer. The Times menulis bahwa pesan-pesan McFadden "mengungkap sejauh mana frustrasi di kalangan menteri terhadap kepemimpinan Starmer yang lesu."



