Inggris Gilas Irlandia Utara 83-34 di Laga Perdana Netball Commonwealth Games
Baca dalam 60 detik
- Tim netball Inggris menang telak 83-34 atas Irlandia Utara pada pertandingan pembuka Commonwealth Games di Glasgow.
- Kemenangan ini diraih dengan rotasi pemain, termasuk debutan yang tampil impresif, namun tantangan sesungguhnya adalah Australia.
- Inggris harus mengatasi absennya pemain kunci akibat cedera menjelang duel melawan juara bertahan Australia.

Tim netball Inggris mengawali kiprah mereka di Commonwealth Games 2026 dengan kemenangan mutlak 83-34 atas Irlandia Utara di pertandingan Pool A yang berlangsung di Hydro Arena, Glasgow. Kemenangan ini menjadi pijakan penting bagi Inggris yang ambisius merebut kembali emas setelah gagal meraih podium di edisi Birmingham 2022.
Inggris yang merupakan juara edisi 2018 langsung tancap gas dengan memimpin 24-7 di kuarter pertama. Meski Irlandia Utara sempat memperlambat laju gol, ketimpangan kelas tetap tak terhindarkan. Pelatih interim Anna Stembridge, yang mengambil alih setelah Jess Thirlby mundur pada Maret lalu karena alasan keluarga, bahkan memanfaatkan sisa pertandingan untuk merotasi skuad di babak kedua. Dari 12 pemain yang dibawa, hanya dua yang memiliki pengalaman di Commonwealth Games, yakni Eleanor Cardwell dan Imogen Allison. Cedera yang menimpa peraih emas Helen Housby dan Natalie Metcalf (cedera betis) memaksa Inggris membawa banyak wajah baru.
Bintang pertandingan adalah shooter Eleanor Cardwell yang tampil gemilang setelah turun di babak kedua. Ia sukses memasukkan 35 dari 37 percobaannya, jumlah individu yang lebih besar dari total poin Irlandia Utara (34). Prestasi ini membuktikan kedalaman skuad Inggris meskipun ditinggal sejumlah pilar. Kapten Inggris Fran Williams, yang bermain di klub Australia West Coast Fever, mengaku bangga dengan performa tim yang mayoritas debutan. โPenting bagi kami untuk menunjukkan berbagai kombinasi dan menguji seluruh 12 pemain,โ ujarnya kepada BBC Radio 5 Live.
Namun tantangan sesungguhnya menanti Inggris pada laga berikutnya Minggu (11:00 BST) melawan juara bertahan Australia, yang sebelumnya menghancurkan Tonga 99-38. Australia dikenal dengan gaya bermain fisik dan intensitas tinggi. Williams, yang akrab dengan permainan Australia, mengakui atmosfer pertandingan akan sangat berbeda. โSaya menantikan bagaimana kami bisa bertanding melawan mereka. Anda ingin bermain melawan yang terbaik di dunia,โ katanya. Laga ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi regenerasi tim Inggris yang tengah berlangsung.
Bagi Indonesia, meskipun netball bukan olahraga populer seperti bulu tangkis atau sepak bola, prestasi Inggris menunjukkan pentingnya pembinaan pemain muda dan rotasi skuad di ajang multievent. Timnas netball Indonesia sendiri masih dalam tahap pengembangan, namun strategi rotasi dan pemanfaatan pemain debutan seperti yang dilakukan Inggris bisa menjadi pelajaran berharga dalam menghadapi kompetisi regional seperti SEA Games. Keberanian menurunkan pemain baru di turnamen besar justru bisa mempercepat proses adaptasi dan menemukan komposisi tim terbaik.
Pertanyaan besarnya, akankah Inggris mampu mengulang kejayaan Gold Coast 2018 atau kembali gagal di hadapan Australia yang tengah perkasa? Dengan skuad yang diisi mayoritas debutan dan tekanan tinggi, laga melawan Australia akan menjadi jawaban awal apakah regenerasi Inggris berjalan sesuai rencana atau masih perlu waktu lebih panjang.



