Emma Corrin Kembali ke Instagram: Antara Tuntutan Pekerjaan dan Identitas Diri
Baca dalam 60 detik
- Aktris The Crown, Emma Corrin, kembali mengaktifkan akun Instagram setelah setahun vakum akibat tekanan negatif usai mengumumkan identitas queer mereka.
- Corrin mengaku tidak punya pilihan selain kembali ke platform tersebut karena tuntutan industri hiburan, meski sebelumnya berhasil memutus kebiasaan menggunakan media sosial.
- Kepulangan Corrin ke Instagram menjadi simbol perlawanan sekaligus penerimaan diri, dengan harapan dapat menginspirasi komunitas non-biner di seluruh dunia.

Emma Corrin, bintang serial The Crown yang dikenal dengan identitas non-biner dan penggunaan kata ganti they/them, akhirnya kembali mengaktifkan akun Instagram setelah setahun memutuskan diri dari media sosial. Keputusan itu, menurut pengakuannya, bukanlah pilihan pribadi melainkan tuntutan dunia kerja yang tidak bisa dihindari.
Dalam wawancara dengan Variety, Corrin mengungkapkan bahwa mereka sempat berhasil memutus kebiasaan memeriksa Instagram. "Sungguh menakjubkan bagaimana saya bisa memutus kebiasaan itu. Tidak ada lagi suara di kepala yang bertanya, 'Ada apa di Instagram?'" ujar Corrin. Namun, tekanan pekerjaan memaksa mereka untuk kembali. "Saya seperti diberi tahu, tidak ada pilihan lain di dunia yang kita tinggali sekarang. Tapi saya berpikir, 'Ini bukan bukit yang layak untuk mati. Mari kita manfaatkan sebaik mungkin.'"
Keputusan Corrin untuk meninggalkan Instagram setahun lalu dipicu oleh banjir komentar negatif setelah mereka secara terbuka mengumumkan identitas queer. Unggahan pertama mereka setelah kembali menampilkan foto dirinya mengenakan gaun pengantin Miu Miu dengan keterangan "Ur fave queer bride". Meski terkesan berani, Corrin mengakui bahwa membagikan momen pribadi di forum publik adalah hal yang menakutkan. "Saya merasa sangat euforia karena telah menemukan sesuatu tentang diri saya yang terasa begitu besar, dan saya ingin merayakannya serta berbagi dengan orang lain yang mungkin merasakan hal yang sama," jelasnya.
Namun, di balik kegembiraan itu, Corrin juga menyadari kerasnya dunia. "Begitu banyak bagian dunia—bahkan lebih parah sekarang daripada dulu, yang menakutkan—tidak siap dan tidak mau mendengar hal itu. Dan saya pikir itu adalah kebangkitan yang kasar terhadap keburukan dunia," tambahnya. Meski demikian, Corrin melihat sisi positif dari kehadirannya di Instagram sebagai figur publik non-biner. "Sungguh menyenangkan mengetahui bahwa saya adalah orang non-biner di Instagram, dan bahkan jika itu hanya membantu satu orang untuk melihat itu, itu sudah sepadan."
Pengalaman Corrin dengan media sosial tidak lepas dari perannya sebagai Putri Diana di The Crown. Dalam wawancara dengan majalah ELLE Inggris, Corrin mengakui bahwa memerankan Diana adalah "peringatan terbesar" tentang sisi buruk ketenaran. "Ini aspek yang sangat aneh dari pekerjaan ini. Saya merasa sulit. Saya bersyukur, tentu saja, atas semua yang dibawa pekerjaan saya, tetapi seiring bertambahnya usia dan memikirkan apa yang Anda inginkan untuk sisa hidup Anda... Saya mencoba menemukan keseimbangan antara menyukai pekerjaan yang saya lakukan dan pilihan yang saya buat, serta menjaga jarak dari yang lainnya," ungkap Corrin. Mengenai Diana yang meninggal dalam kecelakaan mobil di Paris pada 1997, Corrin menambahkan, "Ada rasa sayang di sana. Seolah saya mengenalnya sedikit. Seiring waktu, sangat aneh memikirkan betapa banyak hal itu mengubah hidup saya. Hampir terlalu besar untuk dipikirkan."
Kembalinya Corrin ke Instagram membuka diskusi tentang hubungan antara identitas pribadi, tekanan publik, dan tuntutan industri hiburan. Di era digital saat ini, figur publik seperti Corrin menghadapi dilema antara menjaga kesehatan mental dan memenuhi ekspektasi karier. Pertanyaannya, akankah platform media sosial benar-benar menjadi ruang aman bagi ekspresi identitas yang beragam, atau justru menjadi medan pertempuran baru yang melelahkan?



