Penyintas Banjir Goa di Laos Bantu Pencarian Dua Pekerja Tambang Emas yang Hilang
Baca dalam 60 detik
- Lima dari tujuh penambang emas ilegal yang terjebak banjir di goa Laos telah dievakuasi, dua lainnya masih terperangkap di lorong sempit.
- Para penyintas yang dirawat di rumah sakit memberikan informasi detail topografi goa untuk menyusun strategi penyelamatan baru.
- Upaya pemompaan air sempat gagal dan pompa rusak, memperlambat operasi yang melibatkan tim penyelam internasional.

Operasi penyelamatan dua penambang emas yang masih terperangkap di dalam goa banjir di Laos kini mendapat bantuan tak terduga: para penyintas yang berhasil keluar. Mereka memberikan petunjuk rinci dari ranjang rumah sakit untuk memandu tim penyelamat menembus lorong bawah tanah yang sempit dan gelap.
Lima dari tujuh warga desa yang masuk ke goa di kawasan pegunungan Provinsi Xaysomboun, Laos tengah, pada 20 Mei lalu telah berhasil dievakuasi. Mereka awalnya mencari emas di lorong-lorong sempit, namun banjir bandang mendadak menghalangi jalan keluar. Dua orang lainnya diyakini masih terperangkap di bagian goa yang lebih dalam, dengan lebar lorong hanya sekitar 50 sentimeter di beberapa titik.
Menurut keterangan tim penyelamat kepada AFP pada Minggu (26/5), para penyintas yang dirawat di rumah sakit memberikan deskripsi akurat tentang bagian goa yang belum terjamah. Informasi itu dinilai "cukup substansial" oleh kelompok penyelamat Laos dan langsung digunakan untuk menyusun rencana pencarian baru. Upaya segar untuk menemukan dua pria yang hilang dijadwalkan pada hari yang sama.
Empat dari lima pria yang berhasil keluar pada Sabtu (25/5) dilaporkan mampu membebaskan diri tanpa bantuan tim penyelamat setelah permukaan air surut. Video yang belum terverifikasi di media sosial memperlihatkan sorak-sorai dari penyelamat dan warga saat mereka muncul dari mulut goa. Belum jelas apa yang menyebabkan air surut, namun seorang penyelam asal Jepang, Yoshitaka Isaji, mengatakan kepada Associated Press bahwa air banjir sedang dikeringkan dari goa. Ia menambahkan, jalur yang digunakan dalam upaya penyelamatan Sabtu kini tidak bisa dilalui karena pompa drainase rusak, meski perbaikan sedang dilakukan.
Sebelumnya, rencana memompa air banjir dari lorong goa juga gagal. Kegagalan teknis ini menambah pelik operasi yang sudah berlangsung lebih dari sepekan. Tim penyelamat dari Thailand, Indonesia, Perancis, dan Australia diterjunkan untuk membantu pencarian, menunjukkan skala internasional dari misi penyelamatan ini. Pria pertama berhasil dibebaskan oleh tim penyelamat pada Jumat (24/5).
Bagi Indonesia, peristiwa ini menjadi pengingat akan risiko tinggi penambangan ilegal di kawasan rawan bencana. Meskipun lokasi di Laos, pola kecelakaan serupa kerap terjadi di Indonesia, seperti banjir bandang di lubang tambang emas liar di Kalimantan atau Sulawesi. Keterlibatan penyelam Indonesia dalam misi ini juga menunjukkan solidaritas regional dalam penanganan bencana. Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah prosedur keselamatan di tambang-tambang ilegal di Asia Tenggara akan mendapat sorotan lebih serius setelah insiden ini.



