Phuket Siaga Tinggi: Ubur-Ubur Beracun Portuguese Man O' War Muncul di Pantai Wisata
Baca dalam 60 detik
- Lifeguard di Pantai Kata Noi, Phuket, menemukan Portuguese man o' war yang sangat beracun pada 29 Mei, memicu peringatan bagi wisatawan.
- Hewan laut ini, meski mirip ubur-ubur, memiliki tentakel berbisa yang tetap aktif meski sudah mati, menyebabkan luka bakar hingga gangguan pernapasan.
- Otoritas Thailand meningkatkan pengawasan dan memasang rambu peringatan di sejumlah pantai; wisatawan Indonesia yang berlibur ke Phuket diminta waspada.

Penemuan seekor Portuguese man o' war—makhluk laut berbisa tinggi—di Pantai Kata Noi, Phuket, pada Jumat (29/5) memicu kekhawatiran di kalangan wisatawan dan pelaku usaha pariwisata setempat. Lifeguard yang berjaga segera melaporkan temuan ini kepada otoritas terkait, yang kemudian memasang rambu peringatan di sepanjang garis pantai.
Laporan serupa juga datang dari Pantai Nai Harn, Pantai Ya Nui, dan Pulau Racha. Otoritas Thailand meningkatkan pengawasan dan mengimbau masyarakat untuk tidak menyentuh hewan tersebut secara langsung. Pasalnya, meski tampak seperti ubur-ubur biasa, Portuguese man o' war sebenarnya adalah koloni organisme yang memiliki tentakel panjang dengan sengat berbisa. Racunnya dapat menyebabkan nyeri terbakar hebat, pembengkakan, ruam seperti luka bakar, mual, kesulitan bernapas, hingga kehilangan kesadaran.
Chaninthorn Nareepen, lifeguard di Pantai Kata Noi, mengungkapkan bahwa ia pertama kali melihat hewan ini pada 28 Mei. Pihaknya langsung memasang papan peringatan untuk mengingatkan wisatawan yang berjalan di pantai maupun berenang di laut. "Kami khawatir pengunjung tidak menyadari bahayanya karena bentuknya mirip ubur-ubur biasa," ujarnya.
Bagi wisatawan Indonesia yang tengah berlibur di Phuket atau berencana berkunjung ke Thailand selatan, temuan ini menjadi pengingat penting. Musim angin barat daya (Mei–Oktober) kerap membawa Portuguese man o' war ke perairan Andaman. Otoritas setempat menyarankan pengunjung untuk selalu mengikuti arahan petugas pantai dan tidak mengabaikan rambu peringatan.
Kementerian Luar Negeri RI melalui Kedutaan Besar di Bangkok juga diimbau untuk memperbarui travel advice bagi WNI di Thailand. Meski belum ada laporan korban jiwa, kasus sengatan hewan ini pernah terjadi di perairan Indonesia, seperti di Pantai Parangtritis dan beberapa titik di Bali. Oleh karena itu, kewaspadaan ekstra diperlukan, terutama bagi wisatawan yang membawa anak-anak.
Ke depan, pemerintah Thailand perlu mempertimbangkan pemasangan jaring pengaman di area wisata pantai yang rawan, serta menyediakan pos pertolongan pertama yang dilengkapi antisera. Pertanyaannya, apakah langkah preventif yang ada saat ini cukup untuk melindungi jutaan wisatawan yang memadati Phuket setiap tahun?



