Dudung Beberkan Kondisi Terakhir Ryamizard: Komplikasi Stroke Sebelum Meninggal
Baca dalam 60 detik
- Mantan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu meninggal karena komplikasi stroke pada usia 76 tahun.
- Kepala KSP Dudung Abdurachman menyebut Ryamizard dirawat di RSPAD Gatot Subroto sebelum wafat.
- Dudung mengenang Ryamizard sebagai prajurit sejati yang menekankan pendekatan humanis di Aceh.

Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mengungkapkan bahwa mantan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu meninggal dunia akibat komplikasi stroke dan penyakit penyerta lainnya. Ryamizard mengembuskan napas terakhir pada Minggu (31/5) sore di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, dalam usia 76 tahun.
Dudung menyampaikan hal tersebut saat ditemui awak media di rumah duka. Ia menjelaskan bahwa Ryamizard telah menjalani perawatan intensif di RSPAD sebelum akhirnya berpulang. "Sakitnya beliau komplikasi, stroke dan sebagainya. Kita doakan semoga beliau diterima di sisi Allah SWT," ujarnya.
Selain mengabarkan kondisi kesehatan, Dudung juga mengenang sosok Ryamizard sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) periode 2002-2005. Menurut Dudung, Ryamizard adalah prajurit sejati yang konsisten mendorong TNI kembali ke barak dan menjauhi politik praktis. "Beliau prajurit tulen, profesional, dan pejuang," tuturnya.
Dudung juga mengingat arahan Ryamizard saat dirinya masih menjabat sebagai Komandan Batalyon (Danyon) dalam operasi darurat militer di Aceh. Ryamizard, kata Dudung, menekankan pendekatan humanis dan melarang keras penggunaan kekerasan berlebihan. "Jangan ingin membunuh, pendekatannya manusiawi. Itu yang saya pegang," jelas Dudung.
Lebih lanjut, Dudung menyebut Ryamizard sering mengingatkan jajaran TNI AD untuk selalu "baik-baik dengan rakyat". Frasa itu, menurut Dudung, menjadi pedoman dalam pembinaan teritorial yang sederhana namun bermakna. "Tidak usah berbicara pembinaan teritorial yang muluk-muluk, cukup satu kalimat: baik-baik dengan rakyat," imbuhnya.
Ryamizard Ryacudu dikenal sebagai tokoh militer yang pernah menjabat sebagai KSAD dan Menteri Pertahanan di era Presiden Joko Widodo. Sepanjang kariernya, ia kerap menyuarakan pentingnya profesionalisme TNI dan kedekatan dengan rakyat. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan, dan institusi TNI.
Hingga berita ini diturunkan, prosesi pemakaman masih menunggu arahan keluarga. Publik pun bertanya-tanya, bagaimana warisan pemikiran Ryamizard tentang TNI yang dekat dengan rakyat akan terus dirawat oleh generasi penerus?



