Rekor Penalti Spanyol: 14 Eksekusi Beruntun Tanpa Gagal di Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Spanyol memegang rekor Piala Dunia dengan 14 penalti beruntun yang berhasil dikonversi menjadi gol antara 1934 dan 2006.
- Selama rentang 72 tahun tersebut, hanya dua penalti yang berhasil dicetak ke gawang Spanyol, menunjukkan dominasi kiper mereka.
- Rekor ini menjadi sorotan menjelang Piala Dunia 2026, mengingat Spanyol sering gagal dalam adu penalti di turnamen besar.
Menjelang Piala Dunia 2026 yang tinggal 14 hari lagi, FIFA merilis statistik menarik: Spanyol memegang rekor eksekusi penalti paling sempurna dalam sejarah turnamen. La Roja berhasil mengonversi 14 tendangan penalti berturut-turut tanpa satu pun gagal selama periode 1934 hingga 2006. Catatan ini menjadi bukti konsistensi dan ketenangan para algojo mereka di momen krusial.
Deretan nama besar menghiasi daftar pengeksekusi penalti Spanyol di Piala Dunia. Dari Jose Iraragorri pada 1934, Roberto Lopez Ufarte dan Juanito di 1982, hingga legenda seperti Emilio Butragueno (1986), Michel (1990), Pep Guardiola (1994), dan Fernando Hierro yang tiga kali sukses (1998 dan 2002). David Villa dan Fernando Torres juga menyumbang gol dari titik putih pada 2006. Total 14 penalti tersebut dikonversi oleh 11 pemain berbeda, menunjukkan kedalaman skuad dalam menghadapi tekanan.
Yang menarik, selama periode rekor tersebut, pertahanan Spanyol juga tampil tangguh dalam menghadapi penalti lawan. Dari lima tendangan yang dihadapi, hanya dua yang berhasil: milik Jesper Olsen (Denmark, 1986) dan Robbie Keane (Republik Irlandia, 2002). Tiga lainnya gagal: Waldemar de Brito (Brasil) ditepis Zamora, Ian Harte (Irlandia) digagalkan Casillas, dan Ruben Sosa (Uruguay) melambung di atas mistar. Catatan ini menegaskan bahwa Spanyol tidak hanya unggul dalam mengeksekusi, tetapi juga dalam menghalau penalti lawan.
Rekor sempurna itu akhirnya terputus pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. David Villa, yang sebelumnya sukses, gagal mencetak hat-trick saat melawan Honduras karena tendangan penaltinya melebar. Ironisnya, Xabi Alonso kemudian juga gagal mengeksekusi penalti di perempat final melawan Paraguay, meski Villa menyelamatkan muka dengan gol kemenangan di menit akhir. Hingga kini, catatan penalti Spanyol di Piala Dunia adalah 18 tendangan, 16 gol, dan 2 gagal. Namun, dalam adu penalti, mereka justru inkonsisten: kalah dalam empat dari lima kesempatan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, rekor ini mengingatkan pada pentingnya latihan penalti yang matang. Timnas Indonesia kerap mengalami kesulitan dalam adu penalti di turnamen regional. Keberhasilan Spanyol menunjukkan bahwa persiapan mental dan teknik eksekusi yang baik dapat menjadi pembeda. Menjelang Piala Dunia 2026, Spanyol akan kembali diuji, mampukah mereka mempertahankan tradisi penalti atau justru kembali terpuruk dalam adu penalti?
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415669/original/068171900_1763387828-1000245410.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6718601/original/053413600_1779534644-BL1_1283__1_.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4284006/original/032815200_1673012203-11_20230106BL_Semifinal_Piala_AFF_2022_Timnas_Indonesia_Vs_Timnas_Vietnam-125.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5545834/original/016922400_1775213023-timnas_Indonesia_bulgaria-2.jpg)