Francesco Totti Kembali ke Roma? Gasperini Jadi Penggerak di Balik Layar
Baca dalam 60 detik
- Legenda Roma Francesco Totti dikabarkan akan kembali ke klub dalam peran direktur, dengan pelatih Gian Piero Gasperini dan pemilik Ryan Friedkin sebagai inisiator.
- Gasperini menginginkan Totti menjadi jembatan antara pemain dan manajemen, menggantikan peran Claudio Ranieri yang dipecat karena konflik internal.
- Kembalinya Totti bisa memperkuat ikatan emosional klub dengan suporter, sekaligus menambah bobot manajemen di bawah arahan direktur olahraga baru Tony D'Amico.

Francesco Totti, ikon sepak bola Italia yang menghabiskan seluruh karier bermainnya di AS Roma, dikabarkan akan kembali ke klub ibu kota dalam posisi direktur. Rencana ini digerakkan oleh pelatih anyar Gian Piero Gasperini dan didukung penuh oleh pemilik klub, Ryan Friedkin.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, Gasperini telah mengusulkan agar Totti dilibatkan dalam struktur manajemen klub, bekerja sama dengan direktur olahraga baru Tony D'Amico yang baru saja bergabung dari Atalanta. Ide ini muncul setelah Gasperini menilai bahwa Roma membutuhkan figur yang mampu menjadi penghubung antara skuad pemain dan jajaran direksi.
Totti, yang pensiun pada 2017, sempat menjabat sebagai staf klub pada 2017β2019. Namun, ia memilih hengkang karena merasa tidak diberi wewenang yang cukup dan hanya dijadikan maskot. Kini, tawaran peran yang lebih substansial mungkin membuatnya kembali ke klub yang membesarkan namanya.
Sebelumnya, keluarga Friedkin telah mendekati Totti untuk menjadi Duta Centenary pada 2027, saat klub merayakan 100 tahun berdirinya. Namun, Gasperini mendorong agar Totti diberi peran yang lebih signifikan di balik layar, bukan sekadar seremonial. Pelatih asal Italia itu percaya bahwa kehadiran Totti dapat menciptakan keharmonisan antara ruang ganti dan ruang rapat.
Peran yang diusulkan untuk Totti sebenarnya mirip dengan tugas yang diemban Claudio Ranieri sebelum ia dipecat. Ranieri, yang ditunjuk sebagai penasihat senior, justru kerap bentrok dengan Gasperini, sehingga hubungan keduanya tidak harmonis. Pemecatan Ranieri membuka celah bagi Totti untuk mengisi posisi yang lebih strategis.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah Totti dan Roma memiliki daya tarik tersendiri. Banyak suporter Tanah Air yang mengidolakan Totti sebagai simbol loyalitas dan dedikasi. Kembalinya Totti ke Roma tidak hanya akan menghangatkan kenangan, tetapi juga bisa menjadi contoh bagaimana klub besar memanfaatkan legenda hidupnya untuk memperkuat manajemen.
Jika terealisasi, langkah ini akan menjadi ujian bagi Gasperini dalam membangun sinergi antara pelatih, pemain, dan manajemen. Pertanyaannya, mampukah Totti beradaptasi dengan peran barunya yang penuh tekanan, atau justru akan kembali kecewa seperti pengalaman sebelumnya?



