Liverpool Incar Pelatih Terbaik Ligue 1, Pierre Sage, sebagai Opsi Cadangan
Baca dalam 60 detik
- Liverpool memecat Arne Slot dan mulai menyusun daftar kandidat pelatih baru, dengan Andoni Iraola sebagai prioritas utama.
- Pierre Sage, pelatih RC Lens yang baru meraih gelar Manajer Terbaik Ligue 1, masuk radar Liverpool sebagai opsi alternatif.
- Pengalaman Sage yang minim di Premier League menjadi pertimbangan besar bagi Liverpool yang butuh stabilitas setelah musim penuh ketidakpastian.

Liverpool secara mengejutkan memutuskan untuk berpisah dengan Arne Slot hanya sepekan setelah memastikan tiket Liga Champions, dan kini perhatian publik tertuju pada siapa yang akan mengisi kursi pelatih di Anfield musim depan. Manajemen klub, FGS, telah mengonfirmasi pemecatan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas kontribusi Slot, namun fokus kini beralih ke proses rekrutmen pengganti.
Menurut laporan Fabrizio Romano, Andoni Iraola menjadi kandidat terdepan untuk mengambil alih tim. Namun, The Athletic mengungkapkan bahwa Liverpool juga bersiap membuka negosiasi dengan Pierre Sage, pelatih RC Lens yang baru saja dinobatkan sebagai Manajer Terbaik Ligue 1 musim ini. Sage berhasil membawa Lens bersaing ketat dengan Paris Saint-Germain dalam perebutan gelar juara, meski akhirnya harus puas di posisi kedua.
Pierre Sage, yang dikenal dengan formasi 3-4-2-1, dinilai cocok dengan skema permainan yang diinginkan Liverpool. Gaya ofensif Lens di bawah asuhannya—yang produktif mencetak gol—menjadi daya tarik tersendiri. Namun, pengalaman Sage yang belum pernah melatih di Premier League menjadi tanda tanya besar. Setelah musim yang penuh gejolak di bawah Slot, Liverpool tampaknya enggan mengambil risiko besar dengan pelatih yang belum teruji di kompetisi paling ketat di Inggris.
Keputusan Liverpool untuk memecat Slot memang mengejutkan banyak pihak. Sebelumnya, Slot dianggap aman setelah berhasil membawa tim ke Liga Champions. Namun, performa tim yang inkonsisten dan kegagalan di kompetisi domestik menjadi alasan di balik langkah drastis ini. Kini, Liverpool harus bergerak cepat untuk memastikan kursi pelatih terisi sebelum musim panas berakhir.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, saga ini menarik untuk diikuti karena Liverpool memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air. Keputusan manajemen akan berdampak pada strategi transfer dan gaya bermain tim, yang tentu memengaruhi daya saing di Premier League dan Eropa. Apakah Liverpool akan berani mengambil pelatih muda berbakat seperti Sage, atau tetap memilih kandidat yang lebih berpengalaman? Jawabannya akan menentukan arah klub di musim depan.
Dengan Iraola sebagai kandidat utama dan Sage sebagai alternatif, Liverpool berada di persimpangan antara mempertahankan tradisi atau memulai babak baru. Pertanyaan besarnya: apakah Sage mampu membawa filosofi sepak bola menyerangnya ke Anfield, atau justru menjadi risiko yang tidak sebanding dengan ambisi klub?



