Luis de la Fuente: Tim Lebih Penting dari Bintang, Ini Kunci Spanyol di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Spanyol Luis de la Fuente menegaskan bahwa kualitas individu tidak cukup untuk memenangkan turnamen besar seperti Piala Dunia 2026.
- De la Fuente mengandalkan hubungan jangka panjang dengan 90% pemain untuk membangun kepercayaan dan kekompakan tim.
- Spanyol akan memulai kampanye melawan Cabo Verde di Atlanta dengan target mempertahankan gelar juara Eropa dan merebut kembali kejayaan dunia.
Pelatih kepala Spanyol, Luis de la Fuente, menegaskan bahwa kualitas teknis dan taktis semata tidak akan cukup bagi La Roja untuk meraih sukses di Piala Dunia 2026. Dalam wawancara eksklusif dengan FIFA, ia menekankan bahwa faktor kebersamaan tim menjadi penentu utama di turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut.
Spanyol datang ke Piala Dunia 2026 sebagai salah satu kandidat kuat juara. Sebagai juara bertahan Eropa dan mantan juara dunia, tim asuhan De la Fuente memiliki skuad bertabur bintang, termasuk wonderkid Lamine Yamal yang baru berusia 18 tahun. Namun, De la Fuente mengingatkan bahwa bakat individu harus tunduk pada kepentingan kolektif.
โKata kunci saya adalah โtimโ. Itu harus diutamakan di atas bakat individu. Bakat individu saja tidak cukup untuk memenangkan kompetisi besar. Anda bisa memenangkan pertandingan, tetapi tidak turnamen,โ ujar De la Fuente. Ia menambahkan bahwa grup ini telah ditanamkan pemahaman bahwa kerja sama tim adalah salah satu kekuatan terbesar mereka.
De la Fuente mengaku bangga dengan hubungan yang ia miliki dengan para pemainnya. โHubungan saya dengan sekitar 90% skuad saat ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Saya bahkan mengenal beberapa dari mereka sejak mereka berusia sepuluh atau 12 tahun. Saya menyaksikan setiap tahap perkembangan mereka dan kami tumbuh bersama,โ katanya. Hubungan ini, menurutnya, melampaui hubungan normal antara pemain dan pelatih, dan menjadi salah satu kekuatan tim.
Pelatih berusia 63 tahun itu juga berbicara tentang tekanan yang dihadapi timnya. Ia berusaha mengurangi tekanan dan menjaga kekalahan dalam perspektif. โAnda bisa melakukan hampir semuanya dengan benar dan tetap kalah di level ini. Para pemain harus tetap tenang, bertanggung jawab, profesional, dan saling menghormati,โ jelasnya. Nilai-nilai seperti semangat tim dan kemurahan hati menjadi fondasi permainan mereka.
Menyinggung persaingan di Piala Dunia 2026, De la Fuente mengakui bahwa ada banyak tim kuat yang memiliki mentalitas juara. โAda beberapa tim papan atas yang semuanya memiliki pola pikir untuk menjadi juara. Itu seharusnya tidak membebani kami. Kerja keras dan performa tim yang hebat telah membawa kami sejauh ini,โ ujarnya.
De la Fuente juga menyoroti pentingnya merebut hati generasi muda penggemar Spanyol. โSaya pikir kami telah memenangkan hati generasi muda yang selama bertahun-tahun kurang memiliki rasa bangga terhadap tim nasional. Memenangkan gelar pertama sejak 2012 memungkinkan kami terhubung kembali dengan para penggemar itu,โ katanya. Ia berharap timnya dikenang seperti generasi Vicente del Bosque: sebagai generasi pemain yang tidak hanya memahami arti bermain sepak bola, tetapi juga arti menjadi manusia.
Mengenai Lamine Yamal, De la Fuente memuji sikapnya yang haus belajar. โDia masih sangat muda. Dia melakukan debut bersama kami pada usia 16 tahun. Sekarang dia berusia 18 tahun dan kami menanamkan prinsip-prinsip dasar sepak bola kepadanya. Dia lapar untuk tumbuh dan berkembang, serta memiliki standar tinggi, terutama untuk dirinya sendiri,โ ungkap De la Fuente. Ia menambahkan bahwa Yamal sangat terbuka menerima nasihat, yang merupakan resep sukses asalkan bebas cedera.
Menjelang turnamen, De la Fuente menegaskan filosofi timnya: bermain setiap pertandingan seolah-olah itu yang terakhir, menghormati lawan, dan siap bersaing untuk meraih kehormatan tertinggi. โSatu-satunya yang kami minta adalah usaha, kerja keras, dan dedikasi. Hasil akan mengikuti sendiri,โ pungkasnya. Pertanyaan besarnya: akankah pendekatan kolektif ini cukup untuk membawa Spanyol kembali ke puncak dunia setelah 16 tahun?
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5343288/original/051917700_1757412250-2025098AA_Timnas_Indonesia_Vs_Lebanon-081.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6385092/original/092116800_1779260352-1000118081.jpg)
