Crystal Palace Alihkan Target ke Dino Toppmoller Usai Andoni Iraola Bimbang
Baca dalam 60 detik
- Crystal Palace memulai negosiasi dengan Dino Toppmoller setelah Andoni Iraola lebih memilih Liverpool atau Bayer Leverkusen.
- Toppmoller, mantan asisten Bayern Munich, pernah menggantikan Oliver Glasner di Eintracht Frankfurt dan mencatat rekor serupa.
- Keputusan Palace mencari pelatih baru menyusul kepergian Glasner yang sukses membawa klub meraih trofi FA Cup dan Conference League.

Crystal Palace kembali membuka perburuan pelatih kepala setelah target utama mereka, Andoni Iraola, dilaporkan lebih tertarik melatih Liverpool atau Bayer Leverkusen musim panas ini. Klub asal London Selatan itu kini mengarahkan pandangan kepada Dino Toppmoller, mantan pelatih Eintracht Frankfurt yang sempat menjadi pengganti Oliver Glasner di klub Bundesliga tersebut.
Kepergian Glasner pada akhir musim lalu meninggalkan lubang besar di Selhurst Park. Pelatih asal Austria itu berhasil membawa Palace meraih trofi FA Cup perdana mereka dan menjuarai UEFA Europa Conference League—sebuah pencapaian yang mengubah status klub dari penghuni papan tengah menjadi juara Eropa. Wajar jika manajemen Palace kemudian membidik Iraola, yang juga sukses membawa Bournemouth ke kompetisi Eropa sebelum hengkang.
Namun, menurut laporan Sky Sports, Iraola belum memberikan jawaban atas proposal Palace karena ia tengah mempertimbangkan tawaran dari Liverpool dan Bayer Leverkusen. Situasi ini memaksa Palace kembali ke papan gambar dan mengaktifkan opsi alternatif: Dino Toppmoller.
Jurnalis Sky Sports Florian Plettenberg mengonfirmasi bahwa Palace telah mengadakan pembicaraan dengan Toppmoller, yang saat ini berstatus bebas transfer setelah dipecat Frankfurt pada awal musim lalu. Menariknya, Toppmoller pernah menggantikan Glasner di Frankfurt pada 2023, dan kini berpotensi mengulangi pola yang sama di Inggris.
Meski masa jabatan Toppmoller di Frankfurt berakhir dengan pemecatan, catatannya tidak seburuk yang dibayangkan. Pelatih berformasi 4-2-3-1 itu mencatat persentase kemenangan yang hampir sama dengan Glasner selama menangani Die Adler. Ia juga mendapat pujian dari Julian Nagelsmann, yang merekrutnya sebagai asisten di Bayern Munich pada 2020. "Dino adalah pria santai dengan hati yang luar biasa besar dan pemahaman sepak bola yang mendalam," kata Nagelsmann kala itu.
Bagi Crystal Palace, merekrut Toppmoller bukan sekadar solusi jangka pendek. Ia telah membuktikan mampu mengikuti jejak Glasner di Frankfurt—meski hasil akhirnya tidak semulus pendahulunya. Namun, dengan pengalaman di Bundesliga dan sentuhan kepelatihan level atas, Toppmoller dianggap sebagai opsi yang realistis dan potensial untuk membangun kembali tim.
Di sisi lain, kegagalan mendapatkan Iraola bisa menjadi berkah tersembunyi. Liverpool dan Leverkusen menawarkan panggung yang lebih besar, dan jika Iraola memilih keduanya, Palace terhindar dari risiko pelatih yang mungkin tidak sepenuhnya fokus. Pertanyaan besarnya: apakah Toppmoller mampu mengulangi kesuksesan Glasner, atau justru mengulangi kegagalannya di Frankfurt?



