Nova Arianto Umumkan 23 Pemain Timnas U-19 untuk Piala AFF 2026: Enam Diaspora dan Wonderkid Persipura Masuk
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Nova Arianto memilih 23 pemain untuk Piala AFF U-19 2026, dengan enam pemain diaspora seperti Amar Brkic dan Theo Leeming.
- Reno Salampessy, putra legenda Persipura, masuk skuad setelah musim impresif dengan lima gol dan lima assist.
- Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Timor Leste, dan Myanmar, dengan laga perdana melawan Myanmar pada 1 Juni 2026.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6385092/original/092116800_1779260352-1000118081.jpg)
Pelatih Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto, telah merampungkan daftar 23 pemain yang akan berlaga di Piala AFF U-19 2026 setelah melalui pemusatan latihan intensif di Yogyakarta. Keputusan ini mengonfirmasi komitmen PSSI untuk memadukan talenta lokal dan diaspora dalam membangun generasi emas sepak bola nasional.
Dari 23 nama yang diumumkan, enam di antaranya merupakan pemain diaspora: Eizar Jacob, Mathew Baker, Timothy Baker, Amar Brkic, Zinadein Auilia, dan Welber Jardim. Kehadiran mereka menjadi sorotan karena diharapkan mampu memberikan pengalaman dan kualitas tambahan bagi skuad Garuda Muda. Selain itu, Nova juga memberikan kepercayaan kepada Theo Leeming, winger Persija Jakarta U-18 yang lahir di Perth, Australia, pada 20 Desember 2007.
Nama-nama seperti Fabio Azkairawan, Evandra Florasta, Nazriel Alvaro, dan Arkhan Kaka tetap dipertahankan sebagai pilar utama. Sementara itu, wonderkid Persipura Jayapura, Reno Salampessy, mendapat panggilan setelah musim gemilangnya. Putra dari legenda Persipura Ricardo Salampessy itu mencatatkan lima gol dan lima assist dari 24 penampilan, nyaris membawa timnya promosi ke kasta lebih tinggi.
Piala AFF U-19 2026 akan berlangsung di Medan dan Deli Serdang, Sumatera Utara, pada 1-3 Juni 2026. Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Timor Leste, dan Myanmar. Laga perdana Garuda Muda akan menghadapi Myanmar di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, pada Minggu, 1 Juni 2026. Turnamen ini menjadi ajang pembuktian bagi para pemain muda untuk menunjukkan kesiapan mereka di level Asia Tenggara.
Dengan komposisi skuad yang sarat pemain diaspora dan talenta lokal berbakat, publik menantikan apakah Nova Arianto mampu membawa Indonesia meraih gelar juara di kandang sendiri. Pertanyaan besarnya: akankah kombinasi pengalaman diaspora dan semangat lokal mampu mengulang sukses masa lalu?



