Thomas Partey Masuk Skuad Awal Ghana untuk Piala Dunia 2026 di Tengah Kontroversi Hukum
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Villarreal Thomas Partey masuk dalam daftar 28 pemain Ghana untuk pemusatan latihan jelang Piala Dunia 2026.
- Partey masih menghadapi tujuh dakwaan pemerkosaan dan satu tuduhan kekerasan seksual, dengan sidang dijadwalkan tahun depan.
- Pelatih Carlos Queiroz harus memangkas skuad menjadi 26 pemain sebelum turnamen dimulai pada 17 Juni.

Tim nasional Ghana secara resmi memasukkan nama Thomas Partey dalam skuad awal untuk persiapan Piala Dunia 2026. Gelandang berusia 32 tahun yang kini membela Villarreal itu menjadi sorotan utama karena masih terjerat kasus hukum serius di Inggris.
Partey, yang telah mengoleksi 58 caps bersama The Black Stars, mengaku tidak bersalah atas tujuh tuduhan pemerkosaan dan satu tuduhan kekerasan seksual yang diajukan oleh empat perempuan berbeda. Peristiwa tersebut diduga terjadi antara tahun 2020 hingga 2022. Sidang perkaranya dijadwalkan berlangsung tahun depan.
Pelatih Ghana, Carlos Queiroz, tetap memasukkan Partey dalam daftar 28 pemain yang akan menjalani pemusatan latihan pra-turnamen dan laga uji coba melawan Wales di Cardiff pada 2 Juni. Queiroz nantinya harus menyusutkan skuad menjadi maksimal 26 pemain sesuai regulasi FIFA.
Selain Partey, sejumlah nama beken juga dipanggil, seperti penyerang Manchester City Antoine Semenyo, striker Coventry Brandon Thomas-Asante, serta duet Leicester City Jordan Ayew dan Abdul Fatawu. Sementara itu, winger Tottenham Hotspur Mohammed Kudus harus absen karena cedera paha yang membuatnya tidak bermain sejak Januari.
Di posisi penjaga gawang, Queiroz membawa lima kiper termasuk Joseph Anang yang bermain untuk St Patrick's Athletic di Liga Irlandia. Skuad juga diperkuat pemain-pemain dari berbagai liga Eropa seperti Alexander Djiku (Spartak Moscow), Inaki Williams (Athletic Bilbao), dan Ernest Nuamah (Lyon).
Ghana akan memulai perjuangan di Grup L Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Panama di Toronto pada 17 Juni, disusul laga melawan Inggris di Foxborough dan Kroasia di Philadelphia. Turnamen ini menjadi ajang pembuktian bagi Queiroz untuk membawa Ghana melaju jauh setelah penampilan kurang memuaskan di edisi sebelumnya.
Keputusan Queiroz memanggil Partey menuai beragam reaksi mengingat status hukum pemain tersebut. Namun, secara teknis, Partey masih memenuhi syarat bermain dan dianggap sebagai aset berharga di lini tengah. Ke depannya, publik sepak bola Ghana akan mencermati bagaimana perkembangan kasus ini dan dampaknya terhadap performa tim di panggung dunia.



